Breaking News:

Video

VIDEO - Ketua Palang Merah Internasional: Warga Palestina Alami Trauma

Mardini juga menyebutkan, warga Palestina yang berusia di bawah 18 tahun telah menjalani empat kali operasi militer dengan eskalasi yang tak terhitung

Penulis: Yeni Hardika | Editor: Zaenal

SERAMBINEWS.COM - YERUSALEM TIMUR - Direktur Jenderal Palang Merah Internasional, Robert Mardini, mengungkapkan warga Palestina mengalami trauma pascaperang 11 hari yang berakhir dengan gencatan senjata bulan lalu.

Pernyataan tersebut disampaikan Robert Mardini, Kamis (3/6/2021) setelah kunjungan ke Israel dan wilayah pendudukan Palestina.

Dia menambahkan warga Palestina telah saling berbagi rasa frustasi yang mendalam, putus asa, dan mereka tidak melihat masa depan yang lebih baik bagi generasi mudanya.

"Bantuan kemanusiaan untuk warga Palestina tidak dapat mencegah ingatan mereka, tentang malam-malam penuh teror, yang hampir tak terelakkan di beberapa titik dalam waktu dekat atau jauh," kata Mardini.

Mardini mengatakan teror hanya bisa berakhir "dengan solusi politik."

"Saya telah menyampaikan kepada kedua belah pihak, kami siap menjadi perantara netral jika ada pertukaran untuk tahanan atau bahkan jenazah. Sebab keluarga kedua belah pihak berhak tahu, dan melanjutkan hidup," kata Mardini.

"Warga Gaza dengan setiap terjadinya pertempuran, kehidupan mereka menjadi lebih buruk. Dari mata pencaharian hingga rumah yang hancur ".

Baca juga: VIDEO Pria Intimidasi Pengemudi Wanita Tapi Berakhir Mereka Ketakutan

Baca juga: VIDEO Mobil Ambulan Terpakir di Depan Rumah Tiba-tiba Mundur Setelah Antar Jenazah Seorang Nenek

Baca juga: Ratusan Karyawan Facebook Dukung Palestina, Tuntut Perlakuan Sama

Mardini juga menyebutkan, warga Palestina yang berusia di bawah 18 tahun telah menjalani empat kali operasi militer dengan eskalasi yang tak terhitung jumlahnya.

Dia juga mempertanyakan, "Bagaimana masa depan pemuda Palestina yang hidup di bawah pendudukan militer terlama dalam sejarah modern?"

Untuk itu ia menegaskan bahwa hukum humaniter internasional harus dipulihkan.

"Ini untuk mengatasi dampak kemanusiaan dari kebijakan pendudukan Israel terhadap penduduk Palestina".

"Mengikuti aturan hukum Internasional ini bukanlah obat mujarab untuk mengakhiri pendudukan, tetapi membantu melestarikan jalan menuju solusi yang dinegosiasikan," katanya. (Anadolu Agency)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved