Breaking News:

Berita Bireuen

Angin Kencang Tumbangkan Pohon Kemiri Hingga Timpa 1 Rumah Warga Kuala Ceurape, Begini Kejadiannya

Kapolsek Jangka menceritakan sebelum kejadian, kawasan Jangka dan sekitarnya, termasuk di Kota Bireuen sedang hujan disertai angin kencang.

Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Mursal Ismail
Humas Polres Bireuen 
Satu pohon kemiri tumbang hingga menimpa bagian depan rumah Arahman di Desa Kuala Ceurape, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, saat angin kencang dan hujan deras menimpa, Jumat (4/6/2021). 

Kapolsek Jangka menceritakan sebelum kejadian, kawasan Jangka dan sekitarnya, termasuk di Kota Bireuen sedang hujan disertai angin kencang.

Laporan Yusmandin Idris I Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Satu rumah di Gampong Kuala Ceurape, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen rusak bagian depan,  setelah satu pohon kemiri tumbang menimpa bagian depan rumah tersebut.

Rumah itu milik Arahman (78). Sedangkan musibah ini terjadi pada Jumat (4/6/2021) sekitar pukul 18.40 WIB. 

Kapolres Bireuen AKBP Taufik Hidayat SH SIK MSi melalui Kapolsek Jangka, Iptu M Thahar SH, didampingi Paur Humas, Bripka Safwan Rizal, menyampaikan hal ini kepada Serambinews.com, Sabtu (5/6/2021). 

Kapolsek Jangka menceritakan sebelum kejadian, kawasan Jangka dan sekitarnya, termasuk di Kota Bireuen sedang hujan disertai angin kencang.

Saat angin dan hujan deras itu, satu pohon kemiri di depan rumah Arahman tumbang menimpa bagian depan atau teras rumah miliknya. 

Tak ada korban jiwa dalam musibah ini, kecuali teras rumah rusak berat. 

Baca juga: Wanita Tua Ini Diremehkan Karena Rumah Penuh Sampah, Ternyata Jumlah Hartanya Bikin Syok Tetangga

Baca juga: Berkas Kasus Jual Beli Chip Game Higgs Domino Masih di Polres Bireuen

Baca juga: Izin Cuti Ditolak Senior, Pegawai Bank Pasien Covid-19 di India Bawa Tabung Oksigen ke Kantor

Setelah hujan reda, warga segera membersihkan pohon yang tumbang.

Kapolres Bireuen mengingatkan masyarakat bencana alam hujan disertai angin kencang sering terjadi pada saat musim penghujan. 

Kondisi ini rawan rusaknya atap rumah/bangunan serta tumbangnya pohon-pohon besar.

Masyarakat diharapkan lebih waspada dan berhati-hati akan terjadinya bencana alam dan perlu kiranya pihak terkait (Tagana) memberikan pemahaman.

Ya, pemahaman atau sosialisasi kepada masyarakat tentang rawan terjadinya bencana alam dan cara mengantisipasinya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved