Breaking News:

Internasional

AS Kutuk Milisi Houthi, Abaikan Seruan Gencatan Senjata, Terus Gempur Provinsi Kaya Migas Marib

Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengutuk milisi Houthi yang tetap mengabaikan seruan gencatan senjata.

Editor: M Nur Pakar
AFP/File
Milisi Houthi meneriakkan yel-yel kemenangan di Sanaa, Yaman. 

SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON - Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengutuk milisi Houthi yang tetap mengabaikan seruan gencatan senjata.

AS menyalahkan milisi Houthi yang didukung Iran atas kegagalan gencatan senjata di Yaman.

Bahkan, menuduh kelompok itu tidak mengambil langkah lain untuk mengakhiri konflik secara brutal.

“Meskipun ada banyak aktor bermasalah di Yaman, milisi Houthi memikul tanggung jawab besar untuk menolak gencatan senjata," kata Departemen Luar Negeri AS.

Dilansir AP, Sabtu (5/6/2021), penyelesaian konflik hampir tujuh tahun telah membawa penderitaan yang tak terbayangkan bagi rakyat Yaman

Baca juga: Pemerintah Iran Terus Mendukung Milisi Houthi, Perang Dipastikan Akan Berkepanjangan danTanpa Akhir

.Utusan khusus AS untuk Yaman, Tim Lenderking, kembali AS pada Kamis (2/6/2021).

Dia telah melakukan perjalanan ke Arab Saudi, Oman, UEA dan Jordania.

Dia membahas krisis kemanusiaan dan ekonomi di Yaman dengan pejabat pemerintah Yaman dan mitra internasional, kata Deplu AS.

Pekan lalu, pertahanan udara koalisi Arab mencegat drone bermuatan bahan peledak yang diluncurkan oleh milisi Houthi ke Arab Saudi.

UAV yang dipersenjatai itu ditujukan ke kota Khamis Mushait, dekat perbatasan dengan Yaman.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved