Breaking News:

Berita Kutaraja

Kadishub Akui Diundang KPK Bersama Sekda Terkait Pembuatan 3 Kapal Aceh Hebat, Begini Penjelasannya

Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Ir Junaidi MT mengakui kalau dirinya dan Sekda Aceh, dr Taqwallah, MKes,dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK

Penulis: Herianto | Editor: Saifullah
Dok Humas Pemerintah Aceh
Sekretaris Daerah Aceh, dr Taqwallah, MKes memantau pelaksanaan vaksinasi massal Covid-19 di Gedung Banda Aceh Convention Hall, Sabtu (5/6/2021). Sekda didampingi Asisten II dan Asisten III, Inspektur Aceh, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala DRKA, Kepala Dinas Perhubungan Aceh, dan Karo Humpro Setda Aceh. 

Keluarga mempertanyakan hal tersebut, papar Junaidi, karena pada waktu pergi ke Jakarta, dirinya tidak memberitahukan akan ke Kantor KPK bersama Sekda Aceh, dr Taqwallah MKes, untuk memberikan keterangan terkait pertanyaan KPK mengenai usulan perencanaan dan penganggaran tiga unit Kapal Aceh Hebat.

Baca juga: Ratusan Aparatur Desa di Nagan Raya Divaksin secara Massal

Baca juga: Bupati Aceh Selatan Peusijuek Armada Damkar Baru dan Resmikan Pos Damkar 09 Trumon Timur

Baca juga: Pernah Kerja Bareng di Dua Klub, Zlatan Ibrahimovic Akui Punya Kesamaan Nasib Dengan Jose Mourinho

“Saya hanya beritahu akan dinas ke luar kota ke Jakarta kepada keluarga,” ungkap Kadishub Aceh, Junaidi.

Ungkapan yang serupa juga, dikatakan Sekda Aceh, dr Taqwallah, MKes. Ia pergi dinas luar kota ke Jakarta hanya memberitahu kepada istrinya.

Bahkan seorang asisten pun di lingkup Pemerintah Aceh tidak dia beritahu dengan alasan agar undangan KPK kepadanya untuk memberikan penjelasan terkait usulan perencanaan dan penganggaran tiga unit Kapal Aceh Hebat itu, tidak heboh.

Taqwallah baru tahu mengenai berita dirinya diberitakan di medsos, media online, dan media cetak, diperiksa dan ditahan oleh KPK, setelah memberikan penjelasan terkait usulan perencanaan dan penganggaran tiga unit Kapal Aceh Hebat kepada KPK, Kamis petang.

“Pihak keluarga menanyakan apa benar dirinya ditangkap dan ditahan KPK, saya jawab hal itu tidak benar, yang benar kami diundang KPK pada Kamis (3/6/2021) pagi pukul 09.30 WIB, untuk memberikan penjelasan terkait usulan perencanaan dan penganggaran tiga unit Kapal Aceh Hebat,” terang Taqwallah.

Baca juga: Waduh! Pasien Covid-19 di Aceh Barat Bertambah Setiap Hari, Hari Ini Ada 3 Kasus Baru Lagi

Baca juga: Nikita Mirzani Akui Ingin Pensiun dari Dunia Hiburan, Aplikasi Instagram di Smartphone Juga Dihapus

Baca juga: Dibegal 2 Pria Saat Dibonceng Tunangan, Gadis Ini Kehilangan Perhiasan Hingga HP, Rugi Belasan Juta 

Setelah semua pertanyaan yang terkait kewenangan, tugas, dan fungsi dirinya sebagai Sekda Aceh dan Ketua Tim Anggaran Pemerintah Aceh (TAPA) mengenai usulan perencanaan dan penganggaran tiga unit Kapal Aceh Hebat itu selesai dijelaskan kepada penyidik KPK, ungkap Taqwallah, ia dengan Kadishub Aceh, Junaidi dipersilakan kembali pulang ke Aceh untuk menjalankan tugas rutin pemerintahan.

Taqwallah menyatakan, dirinya tidak lama diperiksa dengan alasan karena usulan dokumen perencanaan dan penganggaran tiga unit Kapal Aceh Hebat yang dibuat Kadishub Aceh, Ir Junaidi MT dan KPA maupun PPTK, sangat jelas, objektif, rapi, dan runtut.

“Sehingga membuat penyidik KPK cepat memahaminya dan menerima penjelasan kami berdua serta mengizinkannya kembali ke Aceh,” tukas Sekda Aceh, dr Taqwallah, MKes.

Kadishub Aceh menambahkan, semua pertanyaan penyidik KPK terkait usulan perencanaan dan penganggaran tiga unit Kapal Aceh Hebat itu bisa dijawab dengan teratur dan disertai dokumen yang lengkap dan objektif.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved