Breaking News:

Berita Kutaraja

Kadishub Akui Diundang KPK Bersama Sekda Terkait Pembuatan 3 Kapal Aceh Hebat, Begini Penjelasannya

Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Ir Junaidi MT mengakui kalau dirinya dan Sekda Aceh, dr Taqwallah, MKes,dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK

Penulis: Herianto | Editor: Saifullah
Dok Humas Pemerintah Aceh
Sekretaris Daerah Aceh, dr Taqwallah, MKes memantau pelaksanaan vaksinasi massal Covid-19 di Gedung Banda Aceh Convention Hall, Sabtu (5/6/2021). Sekda didampingi Asisten II dan Asisten III, Inspektur Aceh, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala DRKA, Kepala Dinas Perhubungan Aceh, dan Karo Humpro Setda Aceh. 

“Termasuk video pada awal pembuatan kapal, pertengahan, sampai kapal itu selesai 100 persen dan dibayar, kemudian dioperasikan,” urainya.

Baca juga: Dua Pria Ini Begal Pasangan Kekasih Baru Tunangan dengan Pisau, Ditangkap Saat Tiduran di Meunasah 

Baca juga: Ngaku Dapat Bisikan Gaib, Seorang Kakak Cangkuli Adiknya hingga Tewas

Baca juga: Ini Ciri-ciri Pria Tanpa Identitas Meninggal Tabrakan di Bireuen, Adakah Kerabat Anda?

“Setelah semua perizinan yang dibutuhkan dalam usaha pelayaran keluar dari berbagai lembaga yang berwenang, termasuk Kemenhub, baru kapal itu dikontrakkan kepada ASDP untuk pengoperasionalannya pada tahun ini,” ucap Junaidi.

“Terkait pelelangan ketiga unit Kapal Aceh Hebat itu, ada juga ditanya penyidik KPK dan kami menjawabnya bahwa pelelangan pembuatan ketiga unit kapal tersebut diserahkan kepada Kementerian Perhubungan,” papar dia.

Alasan kita saat itu, jelas Junaidi, karena di Aceh tidak ada galangan kapal pembuat kapal yang bagus, makanya diserahkan pelelangan ke Kemenhub supaya ketiga unit kapal itu mendapat perusahaan pembuat kapal yang sangat berpengalaman dalam buat kapal barang dan penumpang teruji, sehingga kualitas ketiga Kapal Aceh Hebat terukur, terjamin, dan bermutu tinggi.

Karena dokumen usulan perencanaan dan penganggaran tiga unit Kapal Aceh Hebat itu cukup lengkap, runtut, dan objektif bersama videonya dalam pemeriksaan di KPK, Junaidi mengaku perasaannya jadi lega.

“Semua pertanyaan dan dokumen yang ditanya penyidik KPK, tersedia dalam DED usulan perencanaan dan penganggaran tiga unit Kapal Aceh Hebat dengan baik," urainya.

Baca juga: Istri jadi TKW di Luar Negr, Pria Ini Malah Rudapaksa Keponakannya hingga Hamil 4 Bulan

Baca juga: Penggarapan Film Mission: Impossible 7 di Inggris Dihentikan karena Kru Terpapar Covid-19 

Baca juga: VIDEO Sibuk Main HP, Ribut dengan Suami karena Bayinya Makan Kecoa, Bagikan Kisah untuk Pembelajaran

"Ada beberapa dokumen yang sebelumnya belum diminta, tapi usai pemeriksaan diminta pihak penydik KPK, kita juga sudah siapkan dan akan mengirimkannya segera ke KPK,” ujar Junaidi.

Sekda Aceh, taqwallah menyatakan, rencana dirinya selesai diperiksa penyidik KPK pada Kami (3/6/2021) sore pukul 16.00 WIB, mau istirahat dulu di Jakarta dan baru akan pulang ke Aceh, Senin (7/6/2021) lusa.

Tapi pihak keluarga minta cepat pulang untuk membuktikan bahwa dirinya bersama Kadishub Aceh, Junaidi benar tidak ditahan KPK.

“Makanya pada Sabtu (5/6/2021) siang, kita naik Pesawat Garuda dari Jakarta kembali ke Banda Aceh, tiba pukul 14.30 WIB, dan pada pukul 15.15 WIB, langsung meninjau kegiatan vaksinasi Covid-19 di Gedung BIMEC/Banda Aceh Convention Hal Kota Banda Aceh,” pungkas Taqwallah.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved