Breaking News:

Sembilan PT Seni Jalin Kerja Sama, Termasuk ISBI Aceh

Sembilan perguruan tinggi (PT) seni yang tergabung dalam Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Seni Indonesia (BKS-PTSI) melakukan penandatanganan

Editor: bakri
FOR SERAMBINEWS.COM
Rektor Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh, Dr Ir Mirza Irwansyah MBA, MLA (tengah) menabuh rapa-i bersama pejabat UiTM Malaysia saat membuka resmi Pameran Seni Rupa di Kampus ISBI Aceh, Jantho, Aceh Besar, 20 Februari 2020. 

BANDA ACEH - Sembilan perguruan tinggi (PT) seni yang tergabung dalam Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Seni Indonesia (BKS-PTSI) melakukan penandatanganan kerja sama dalam penguatan implementasi Program Kampus Merdeka yang dicanangkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud).

Penandatanganan kerja sama itu diikuti oleh Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh, ISBI Bandung, ISI Denpasar, ISI Padangpanjang, ISI Yogyakarta, ISI Surakarta, ISBI Tanah Papua, Institut Kesenian Jakarta (IKJ), dan STKW Surabaya. Acara itu berlangsung di Ruang Jasmine lantai tiga Hotel Menara Peninsula, Jakarta, pada Rabu (2/6/2021).

Penandatanganan MoU yang difasilitasi ISBI Bandung ini dihadiri oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti), Prof  Dr Ir  Nizam MSc DIC, dan Dirjen Pendidikan Vokasi, Dr Wikan Sakarindo MSc.

Rektor ISBI Bandung, Prof Dr Hj Een Herdiani MHum dalam sambutannya mengatakan kerja sama BKS-PTSI sudah terjalin sejak lama. Hal ini dibuktikan dengan kegiatan Festival Kesenian Indonesia (FKI). Festival ini merupakan perhelatan seni yang diselenggarakan setiap dua tahunan yang diikuti oleh sembilan perguruan tinggi seni yang bernaung di bawah Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Seni ( BKS-PTSeni) Indonesia.

Terakhir, kegiatan ini dilaksanakan tahun 2018 di STKW Surabaya. Pada 2020 lalu seharusnya diselenggarakan di ISBI Bandung, tapi karena masih dalam suasana pandemi Covid-19 sehingga acaranya diundur.

Dalam kegiatan ini juga dilakukan sesi diskusi bersama Dirjen Dikti dan Dirjen Vokasi. Prof  Nizam dalam paparannya mengatakan, penandatanganan ini menjadi tonggak penguatan serta perluasan kerja sama. Terutama yang terkait dengan implementasi kurikulum Kampus Merdeka, termasuk merdeka belajar antarkampus.

“Misalnya, memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk kawin silang ilmu antara ilmu seni/budaya dengan ilmu teknik, sehingga saling melengkapi,” ucapnya.

Sedangkan Dirjen Vokasi menilai MoU ini merupakan satu kesempatan baik yang mesti dimanfaatkan semua pihak. “Kampus Merdeka memerlukan mobilitas yang tinggi bagi antarkampus, termasuk dengan industri. Tentu hal ini akan banyak berperan dalam membentuk kompetensi dan keterampilan para mahasiswa kita. Mereka berani mengikuti zaman sekarang yang update di sosial media seperti membuat konten dan tampil di YouTube,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Rektor ISBI Aceh, Dr Ir Mirza Irwansyah MBA MLA juga memberikan sambutan dan masukan. Perguruan tinggi seni di Indonesia, menurutnya, tidak cukup hanya bisa mengandalkan sumber daya sendiri, mengingat setiap kampus pasti memiliki kekurangan dan kelemahan.

Di sisi lain, setiap kampus juga pasti memiliki keunggulan masing-masing. “Saling menutupi kelemahan dan saling berbagi keunggulan masing-masing menjadi hal yang baik untuk bisa kita wujudkan dalam Kampus Merdeka,” kata Mirza.

Kerja sama ini, lanjutnya, dapat pula melibatkan berbagai pihak seperti alumni, peer teaching, dan berbagai macam proses dalam upaya menambah wawasan serta keterampilan mahasiswa.

Ia mencontohkan bentuk kerja sama yang dapat dijalin ke depan berupa join research dan join publications. Sementara untuk mahasiswa, kerja sama ini bisa terkait dengan aktivitas magang, KKN, dan pengembangan softskill.

Hadir dalam kesempatan itu rektor seluruh perguruan tinggi seni se-Indonesia, para wakil rektor bidang kerja sama, dan Humas kerja sama seluruh perguruan tinggi seni Indonesia.(dik)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved