Breaking News:

Cek Fakta

Beredar Pesan di Grup WA Guru, yang Sudah Divaksin Akan Mati, Benar atau Hoaks? Ini Faktanya

Dari penelusuran cek fakta Serambinews.com, informasi tersebut tidak benar alias hoaks.

Penulis: Firdha Ustin | Editor: Zaenal
Kominfo.go.id
Informasi hoaks soal vaksin menyebabkan kematian dini yang bersumber dari Mike Yeadon. 

Informasi orang yang divaksin akan mengakibatkan kematian dini adalah hoaks. Informasi ini sebenarnya sudah lama beredar luas di media sosial dan grup WhatsApp.

Penelusuran Serambinews.com pada Sabtu (6/6/2021), sudah banyak bukti yang menyatakan kabar tersebut termasuk ke dalam kategori hoaks atau berita palsu yang tidak bisa terbukti kebenarannya.

Hal tersebut juga dibantah oleh Ketua Satuan Tugas Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Zubairi Djoerban menegaskan, bahwa informasi ini adalah hoaks sebagaimana dikutip Serambinews.com dalam situs kominfo.go.id.

Tidak benar bahwa vaksin Covid-19 menyebabkan kematian dini.

Tak hanya itu, juru Bicara Vaksinasi Covid-19, Siti Nadia Tarmizi juga menyatakan informasi yang menyebutkan vaksin Covid-19 menyebabkan kematian dini adalah salah.

"Hoaks ini ya," kata Nadia, saat dihubungi Kompas.com, Minggu (30/5/2021).

Tidak benar bahwa vaksin Covid-19 menyebabkan kematian dini.

Sebaliknya, vaksin Covid-19 dibuat agar terbentuk kekebalan kelompok untuk mencegah penyakit dan kematian akibat virus corona.

Menurut Nadia, informasi yang beredar tidak berdasarkan bukti ilmiah, sehingga dipastikan tidak benar.

Sejauh ini, vaksin Covid-19 hanya diberikan satu kali seumur hidup dengan 1-2 suntikan dosis, tergantung jenis vaksin.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved