Breaking News:

Internasional

Israel Tangkap Aktivis Palestina, Muna El-Kurdi, Pimpin Protes Penggusuran di Sheikh Jaraah

Polisi Israel menangkap seorang pemimpin protes Palestina di lingkungan Sheikh Jarrah, Jerusalem pada Minggu (6/6/2021).

Editor: M Nur Pakar
AFP
Aktivis Palestina Muna Al-Kurd (tengah) mengenakan medali lari maraton saat meninggalkan lokasi di mana polisi Israel menembakkan gas air mata selama bentrokan di lingkungan Silwan di Jerusalem timur pada 4 Juni 2021 

SERAMBINEWS.COM, JERUSALEM - Polisi Israel menangkap seorang pemimpin protes Palestina di lingkungan Sheikh Jarrah, Jerusalem pada Minggu (6/6/2021).

Hanya sehari setelah secara paksa menahan seorang jurnalis Al-Jazeera terkemuka yang meliput kampanye oleh pemukim Yahudi untuk mengusir puluhan keluarga Palestina.

Dilansir AFP, penangkapan Muna Al-Kurd dikonfirmasi melalui telepon oleh ayahnya, Nabil.

Itu menjadi tindakan terbaru oleh polisi Israel untuk memadamkan beberapa hari ketegangan di salah satu lingkungan paling sensitif di Jerusalem.

Hal itu terjadi ketika Givara Budeiri, seorang koresponden veteran untuk saluran satelit Al-Jazeera yang secara teratur meliput cerita itu.

Baca juga: Pemukim Yahudi Tetap Kampanyekan Penggusuran Warga Palestina di Jerusalem Timur

Dia telah dibebaskan dari rumah sakit dengan tangan patah yang menurut bosnya dideritanya pada Sabtu (5/6/2021).

Nabil Al-Kurd mengatakan polisi Israel Minggu (6/6/2021) pagi menyerbu rumahnya dengan jumlah anggota polisi sangat banyak.

Bahkan, katanya, dengan cara biadab saat ingin menangkap putrinya Muna (23) dan saudara laki-lakinya.

"Saya sedang tidur dan mereka telah berada di kamar saya," kata Nabil Al-Kurd dalam sebuah wawancara telepon.

Sementara putranya tidak ada di rumah, tetapi polisi menggeledah rumah dan menangkap Muna.

Dia salah satu aktivis paling terkenal yang menentang upaya penggusuran Israel.

Video yang diposting di media sosial, dikonfirmasi oleh Nabil, menunjukkan Muna dibawa dari rumah dengan tangan diborgol.

"Alasan penangkapan itu karena kami mengatakan tidak akan meninggalkan rumah dan mereka tidak ingin ada yang mengungkapkan pendapatnya," katanya.

"Mereka tidak ingin ada yang mengatakan yang sebenarnya," tambahnya.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved