Breaking News:

Berita Aceh Barat

Proses Belajar Mengajar Tatap Muka di Tengah Pandemi Masih Tetap Berlangsung di Aceh Barat

Proses belajar mengajar di tingkat SD dan SMP di Kabupaten Aceh Barat masih tetap berlangsung di tengah pandemi Coronavirus Disease (Covid-19)

Penulis: Sa'dul Bahri | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBI/SA’DUL BAHRI
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Barat, Bismi 

Laporan Sa'dul Bahri | Aceh Barat

SERAMBINEWS.COM, MEULABOH - Proses belajar mengajar di tingkat SD dan SMP di Kabupaten Aceh Barat masih tetap berlangsung di tengah pandemi Coronavirus Disease (Covid-19).

Kondisi siswa dan guru dalam proses belajar mengajar secara tatap muka dinilai masih dalam keadaan aman-aman saja.

"Saat ini siswa sudah memasuki ujian akhir dan memasuki masa libur," kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Barat, Bismi kepada Serambinews.com, Minggu (6/6/2021).

Disebutkan, sejauh ini belum ditemukan adanya siswa dan guru yang terpapar corona di sekolah, sehingga proses belajar mengajar masih tetap berjalan di daerah tersebut.

Baca juga: Sudah Sepekan Satu Tenaga Kesehatan Dirawat di RSU Cut Meutia Karena Positif Covid-19

Dengan memasuki masa libur tentunya tidak ada lagi proses belajar mengajar yang diperkirakan pada minggu depan sudah mulai libur.

Sementara kondisi penyebaran wabah korona di kabupaten Aceh Barat terus terjadi lonjakan paska lebaran Idul Fitri, dimana pada tanggal 5 Juni 2021 pasien yang terpapar corona mencapai 274 orang.

Dari jumlah keseluruhan 274 orang itu, masing-masing dirawat di RSUZA Banda Aceh sebanyak 5 orang, dirawat di RSU SIM Nagan Raya sebanyak 1 orang dan dirawat di ruang Pinere RSUD Cut Nyak Dhien sebanyak 7 orang.

Baca juga: Data Akumulatif Covid-19 Aceh, Total Positif Capai 15.869 Kasus, Korban Meninggal Dunia Bertambah

Pasien yang menjalani isolasi mandiri secara keseluruhan mencapai 22 orang, isolasi di fasilitas khusus sebanyak 5 orang.

Pasien yang telah sembuh yang saat ini telah kembali beraktifitas sesuai dengan profesi masing secara keseluruhan mencapai 217 Orang, dan yang telah meninggal dunia sebanyak 17 orang.

Sementara itu, jumlah pasien suspek dalam pantauan sebanyak 9 orang, probable dalam pantauan nihil dan pasien kontak erat dalam pantauan sebanyak 43 orang.(*)

Baca juga: 3 Rumah Terbakar di Bener Meriah, Uang Rp 40 Juta, Emas 5 Gram dan Sepmor Hangus Terbakar

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved