Breaking News:

Berita Aceh Tamiang

Sebelum Meninggal Dunia, Santri Asal Aceh Tamiang Sempat Bercerita Penganiayaan dan Ingin Pindah

FWA (14), santri asal Aceh Tamiang yang meninggal dunia diduga dianiaya seniornya sempat ingin pindah dan mengeluhkan perlakuan kasar seniornya

Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM/RAHMAD WIGUNA
Cut Fitriani menunjukan foto almarhum yang tersimpan di ponselnya, Senin (7/6/2021). Korban meninggal akibat diduga seniornya di pesantrennya di Sumatera Utara (Sumut). 

Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG – FWA (14), santri asal Aceh Tamiang yang meninggal dunia diduga dianiaya seniornya sempat ingin pindah dan mengeluhkan perlakuan kasar seniornya.

Keluhan ini selalu disampaikan FWA kepada ibunya, Cut Fitrinai (41), baik secara langsung ketika pulang ataupun melalui saluran telepon.

“Pertama alasannya jauh dari masjid, jadi susah shalat. Belakangan bilang sering dipukul sama senior,” kata Cut, Senin (7/6/2021).

Baca juga: Santri Asal Aceh Tamiang Meninggal Dunia Diduga Dianiaya Senior di Pesantren di Sumatera Utara

Cut mengakui keluhan ini baru diungkapkan putra sulungnya ketika naik kelas dua tingkat SMP di pesantren itu.

“Waktu kelas satu tidak pernah,” sambungnya.

Namun dia menilai permintaan ini tidak serius dan tergantung suasana hati sang anak.

“Tergantung suasana hati, saya mikirnya baru sekarang, mungkin kalau lagi ada pemukulan, dia langsung nelpon minta pindah. Kalau di dalam lagi enak, dia gak mau pindah,” sambungnya.

Baca juga: Nelayan Aceh Singkil Meninggal Terkena Bom Ikan, Perahu Hancur Kena Ledakan

Secara khusus Cut pernah menanyakan perlakuaan kasar teman-temannya di dalam pesantren. 

Dia pun terkejut ketika anaknya menjawab pemukulan hal biasa di dalam pesantren.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved