Breaking News:

Opini

Teknologi dan Solidaritas

Beberapa hari yang lalu ketika saya melewati kota Banda Aceh, sekumpulan anak muda dengan rompi hitam menghampiri para pengendara

Teknologi dan Solidaritas
IST
DR KAHLIL MUCHTAR

Oleh Dr. Kahlil Muchtar, S.T., M.Eng.

Kepala Pusat Riset Telematika dan Dosen Prodi Teknik Komputer Universitas Syiah Kuala (USK) Peneliti Kecerdasan Buatan (AI)

Beberapa hari yang lalu ketika saya melewati kota Banda Aceh, sekumpulan anak muda dengan rompi hitam menghampiri para pengendara (saat lampu merah) dengan sabar dan santun. Pada rompi hitamnya bertuliskan PPS (Pemuda Peduli Sesama), yang menjelaskan secara tersirat maksud mereka membawa kotak-kotak penggalangan dana untuk Palestina.

Pemuda-pemuda milenial yang ternyata tidak lenyap rasa solidaritasnya saat Palestina digempur oleh Israel di bulan penuh berkah (Ramadhan) beberapa pekan yang lalu. Ya, sebuah peristiwa yang akan dicatat dalam sejarah dan menegaskan tanah kelahiran para Anbiya ini tidak akan pernah takluk oleh Zionis Israel.

Sebuah pertempuran sengit selama dua pekan itu bermula dari kekejian Israel menyerang kaum muslimin yang sedang asyik beribadah di Masjidil Aqsa. Tidak hanya itu, para Zionis juga dengan semena-mena ingin mengusir rakyat Palestina yang bermukim di wilayah Sheikh Jarrah.

Setelah pertempuran sengit selama dua pekan, dengan izin Allah SWT kemenangan pun diraih dan Zionis ketakutan serta menyetujui gencatan senjata. Namun demikian, kemenangan kaum muslimin cukup berdampak pada infrastruktur khususnya di wilayah Gaza.

Dikutip dari kompas.com, serangan udara dan penembakan artileri menghancurkan hampir 17.000 rumah dan bangunan bisnis, 53 sekolah, enam rumah sakit, empat masjid, dan 50 persen infrastruktur pasokan air Gaza. Oleh karena itu, peran berkelanjutan kaum muslimin di seluruh dunia pascagencatan senjata ini tentu akan sangat membantu saudara kita di sana.

Bukankah dalam sebuah hadits disampaikan: Perumpamaan orang-orang yang beriman di dalam saling mencintai, saling menyayangi dan mengasihi adalah seperti satu tubuh, bila ada salah satu anggota tubuh mengaduh kesakitan, maka anggota-anggota tubuh yang lain ikut merasakannya, yaitu dengan tidak bisa tidur dan merasa demam. (HR Bukhari dan Muslim).

Penulis berpendapat bahwa salah satu cara kita menunjukkan solidaritas adalah melalui teknologi. Solidaritas Palestina haruslah ditunjukkan baik secara nyata di lapangan (dengan melakukan penggalangan dana, edukasi, dll), maupun melalui argumen positif, pandangan yang jelas (bukan menyesatkan) serta sikap yang tegas.

Hal ini bisa kita lakukan dengan teknologi yang mencakup sosial media, platform penggalangan dana dan donasi secara online (seperti kitabisa.com), dan lain-lain. Di awal-awal tahun 2000, akses informasi Palestina sangatlah jarang. Penulis ingat salah satu yang rutin memberitakan hanyalah infopalestina.com, dakwatuna.com dan situs-situs islami lainnya.

Halaman
123
Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved