Breaking News:

Berita Aceh Tengah

Tujuh Napi Rutan Takengon Aceh Tengah Dapat Asimilasi di Rumah, Ini Syarat Memperolehnya

Pemberian asimilasi di rumah tersebut, berlangsung di Kompleks Rutan Takengon yang diserahkan oleh Plt Kepala Rutan, Husni kepada ketujuh napi itu.

Penulis: Mahyadi | Editor: Mursal Ismail
Humas Rutan Kelas IIB Takengon       
Plt Kepala Rutan Kelas IIB Takengon, menyerahkan surat keputusan asmilasi di rumah kepada tujuh narapidana, Senin (7/6/2021) 

Pemberian asimilasi di rumah tersebut, berlangsung di Kompleks Rutan Takengon yang diserahkan oleh Plt Kepala Rutan, Husni kepada ketujuh napi itu. 

Laporan Mahyadi | Aceh Tengah

SERAMBINEWS.COM, TAKENGON – Tujuh narapidana (napi) atau Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rumah Tahanan Negara atau Rutan Kelas IIB Takengon, mendapat asimilasi di rumah.

Ketujuh napi yang telah memenuhi syarat program asimilasi di rumah itu, di antaranya telah menjalani 1/2 masa pidana, juga 2/3 masa pidananya di bawah 31 Juni 2021.

Sedangkan persyaratan lainnya telah diatur dalam Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI Nomor 10 Tahun 2020 tentang Syarat Pemberian Pemberian Asimilasi dan Hak Integrasi Bagi Narapidana dan Anak dalam rangka pencegahan dan penanggulangan penyebaran Covid-19.

Pemberian asimilasi di rumah tersebut, berlangsung di Kompleks Rutan Takengon yang diserahkan oleh Plt Kepala Rutan, Husni kepada ketujuh napi itu. 

"Program asimilasi di rumah bukan lah bebas sepenuhnya, namun program asimilasi di rumah ini, menjalankan sisa pidana di rumah yang nantinya akan diawasi oleh pihak BAPAS, pihak kepolisian dan juga kelompok masyarakat,” kata Husni.

Untuk itu, lanjutnya para WBP yang akan menjalani asimilasi di rumah diingatkan agar memenuhi kewajiban-kewajiban yang harus di laksanakan.

Selain nantinya ada beberapa kewajiban yang akan di berikan oleh pihak Bapas.

“Adapun kewajiban yang harus dilaksanakan, di antaranya untuk tetap menerapkan protokol kesehatan, wajib untuk tetap tinggal di rumah selama masa asimilasi belum berakhir,” jelasnya.

Terutama, kata Husni, tidak melakukan perbuatan yang melanggar hukum serta perbuatan-perbuatan yang dapat menimbulkan keresahan di tengah-tengah masyarakat.

“Untuk proses pengurusan PB maupun layanan-layanan lainnya yang di berikan pihak Rutan Takengon, tidak dipungut biaya apapun, alias gratis,” pungkasnya.

Ketujuh narapidana yang mendapat asimilasi dirumah terdiri atas WBP kasus narkotika 4 orang dan masing-masing satu orang napi kasus pencurian, penadahan, dan penganiayaan. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved