Breaking News:

Internasional

Milisi Houthi Keras Kepala, Adili Model Cantik Yaman, Tolak Pembebasannya

Milisi Houthi dinilai tidak tunduk pada siapapun dan keras kepala atas tuntutan pembebasan model cantk Yaman, Entesar Al-Hammadi

Editor: M Nur Pakar
()
Model Yaman, Entesar Al-Hammadi 

Qatran dan Ahmed Hashed, seorang anggota parlemen yang dikuasai Houthi dan seorang kritikus blak-blakan terhadap milisi, telah melaporkan menerima ancaman pembunuhan.

Baca juga: Terlalu Banyak Protes, Milisi Houthi Jebloskan Model Cantik Yaman ke Sel Isolasi

Aktivis hak asasi manusia Yaman menuduh Houthi menggunakan badan peradilan di daerah-daerah di bawah kendali mereka untuk mendekriminalisasi penculikan aktivis, seniman dan kritikus kelompok tersebut.

Huda Al-Sarari, seorang pengacara dan direktur Organisasi Pertahanan untuk Hak dan Kebebasan, telah mengikuti kasus model tersebut sejak awal.

Dia mengatakan tindakan Houthi terhadap model tersebut menunjukkan bahwa dia tidak akan segera dibebaskan.

“Mengingat penindasan, perampasan hak dan kebebasan, dan penggunaan peradilan untuk melegitimasi kejahatan mereka," ujarnya.

"Sulit bagi pihak berwenang Houthi untuk membebaskan korban dengan mekanisme tekanan lokal saat ini,” katanya kepada Arab News.

Dia mendesak organisasi wanita internasional untuk bekerja sama dengan rekan-rekan Yaman mereka untuk kampanye yang lebih agresif untuk memastikan para wanita yang diculik dibebaskan.

Milisi tidak mematuhi undang-undang hak asasi manusia internasional, tambahnya.

Baca juga: Aktivis, Politisi Sampai Jurnalis Serukan Milisi Houthi Bebaskan Model Cantik Yaman

Dia menyerukan masyarakat internasional untuk menjatuhkan lebih banyak sanksi kepada Houthi yang menculik dan melecehkan warga Yaman.

“Sayangnya, penundaan pembebasan model tersebut bukan karena lemahnya advokasi. Otoritas Houthi tidak tunduk pada tekanan apa pun dan keras kepala dalam masalah ini," katanya.

"Mereka adalah milisi pertama dan terutama yang tidak menghormati perjanjian internasional, resolusi atau mekanisme advokasi," ujarnya.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved