Breaking News:

Salam

Pemerintah Harus Perkuat Lobi ke Pemerintah Arab

Pemerintah Indonesia sudah dua tahun tidak memberangkatkan calon jamaah haji. Salah satu sebabnya adalah pandemi Covid-19

Editor: bakri
AFP
Pelaksanaan ibadah umrah secara ketat di Masjidil Haram, Mekkah, Arab Saudi selama bulan Ramadan 2021. 

Pemerintah Indonesia sudah dua tahun tidak memberangkatkan calon jamaah haji. Salah satu sebabnya adalah pandemi Covid-19 yang melanda dunia sejak awal 2020 hingga kini belum mereda. Akibat tertundanya keberangkatan calon haji selama dua tahun itu, membuat daftar tunggu jamaah haji semakin lama. Untuk Provinsi Aceh yang daftar tunggunya sudah 127.000 orang, maka menurut pejabat Kanwil Kemenag Aceh, masa antrian calon jamaah sudah mencapai 30 tahun.

Namun, harus diingat, yang bertambah panjang waiting list calon haji tentu bukan saja Aceh. Tapi, semua provinsi di Indonesia pasti mengalami hal itu. Yakni, jumlah pendaftar calon haji bertambah banyak dan masa tunggu juga pasti makin lama. Bisa jadi, calon haji Aceh termasuk salah satu provinsi yang paling lama masa tunggunya.

Provinsi Aceh, pada tahun 2019 mendapat kuota haji sebanyak 4.393 jamaah. Sedangkan Pemerintah Indonesia mendapat kuota haji dari Pemerintah Arab Saudi sebanyak 231.000 jamaah. Dibanding jumlah muslim Indonesia yang sudah mendaftar sebagai calon haji, kuota segitu tentu sangat sedikit. 

Di sisi lain, Pemerintah Arab memang tak gampang menambah kuota jamaah haji. Mereka sangat mempertimbangkan kemampuan pelayanan terhadap jamaah selama berada di Madinah, Mekkah, Arafah, dan Mina. Banyak hal yang mereka pertimbangkan, mulai ketersediaan akomodasi yang representatif, kelancaran transportasi, daya tampung Masjid Nabawi, Masjidil Haram, dan lainnya.

Dalam kondisi demikian kita memang dianjurkan bersabar dan berdoa agar pandemi ini segera berlalu sehingga tahun depan calon jamaah yang sudah dua tahun tertunda, Insya Allah bisa berangkat ke tanah suci. Demiakian juga para calon jamaah umrah, hendaknya segera bisa mendapat kesempatan beribadah dalam waktu dekat.

Pemerintah Arab Saudi memang sudah membuka kembali izin berkunjung ke negaranya. Ada 11 negara yang warganya boleh berkunjung ke negara tersebut. Tapi tidak bagi warga negara Indonesia. Negara yang kita cintai ini masih dipending karena pandemi Covid-19 belum menunjukkan tanda-tanda penurunan. Sebelumnya Arab Saudi menutup pintu bagi warga dari 20 negara, termasuk Indonesia. Sebelas negara yang sudah bebas dari daftar larangan sementara dan bisa terbang ke Arab Saudi adalah Uni Emirat Arab, Amerika Serikat, Jerman, Irlandia, dan Italia. Kemudian Portugal, United Kingdom, Swedia, Swiss, Prancis, serta Jepang. Sedangkan sembilan negara yang masih ditangguhkan adalah Indonesia, India, Afrika Selatan, Argentina, Brazil, Lebanon, Mesir, Pakistan, dan Turki. Padahal selain Argentina, dan Brazil, sembilan negara inilah yang punya jamaah haji terbesar. Keputusan pencabutan larangan adalah kebijakan resmi dari Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi. Sebab sebelas negara itu dianggap efektif dalam penanganan Covid-19.

Pemerintah kita mengaku komunikasi atau diplomasi ke Arab Saudi sudah dijalankan secara maksimal. Tapi hasilnya belum sesuai dengan harapan. Sebab itulah, Pemerintah Indonesia harus memperbaiki hubungan dengan Pemerinrantah Arab supaya lebih erat. Ini semata-mata karena Indonesia adalah negara dengan jumlah muslim terbesar di dunia yang otomatis adalah pengirim jamaah haji dan umrah terbanyak setiap tahun.

Masih terkait soal daftar tunggu yang semakin panjang dengan masa antrean yang semakin lama, baru-baru ini pemerintah kita memang mendapat ramai kritikan di media massa dan media sosial. Lobi Pemerintah Indonesia ke Pemerintah Kerajaan Arab Saudi dianggap kurang efektif bahkan tidak kuat.

Publik membanding-bandingkan ketika baru-baru ini Perdana Menteri Malaysia mengumumkan bahwa mareka telah dijanjikan penambahan 10.000 kuota haji untuk tahun depan. Artinya, Pemerintah Indonesia dinilai lengah. Tidak cepat mengambil kesempatan untuk meminta penambahan kuota haji sebagai kompensasi atas penangguhan selama dua tahun akibat pandemi.

Oleh karena itu, kita berharap Pemerintah Indonesia meningkatkan lagi kekuatan lobi dengan Pemerintah Arab sehingga tahun depan kita juga mendapat tambahan kuota secara signifikan sehingga akan bisa memangkas masa penantian calon jamaah haji, termasuk umrah. Aamiin.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved