Breaking News:

Datok Gratiskan Sayuran untuk Warga

Di tengah pandemi virus Corona yang melanda Tanah Air termasuk Aceh, banyak cara dimanfaatkan warga untuk saling membantu dan peduli sesama

DOK DATOK PENGHULU
Datok Penghulu Kampung Kesehatan, Tamiang, Syariful Alam (kanan) bersama warga saat menjemur bawang merah yang baru dipanen, Rabu (9/6/2021). 

KUALASIMPANG – Di tengah pandemi virus Corona yang melanda Tanah Air termasuk Aceh, banyak cara dimanfaatkan warga untuk saling membantu dan peduli sesama. Misalnya, seperti yang dilakukan di Aceh Tamiang.

Datok Penghulu Kampung Kesehatan, Syariful Alam berinisiatif memanfaatkan lahan tidur untuk digarap menjadi pertanian.  Seluruh tanaman yang dihasilkan lahan ini akan dibagikan gratis kepada masyarakat setempat.

Syariful Alam mengungkapkan, program ini sudah berhasil dilakukan dengan memanfaatkan lahan dua rante milik warga dengan menamam bawang merah. Pada tahap awal ini, lahan tersebut berhasil menghasilkan 600 kilogram bawang merah.

“Tahap pertama sudah panen, karena keterbatasan lahan, proses penjemuran bawangnya terpaksa dilakukan di depan kantor datok,” kata Syariful kepada Serambi, Rabu (9/6/2021).

Dia menjelaskan, ide pemanfaatan lahan ini murni untuk mendukung ketahanan pangan masyarakat di masa pandemi Covid-19. Makanya, kata Syariful, seluruh hasil panen itu dibiarkan tergantung di depan kantor datok agar bisa diambil masyarakat. “Masyarakat yang ingin masak sayur butuh bawang, silahkan ambil. Tujuan awal memang untuk membantu masyarakat di tengah pandemi,” ujarnya.

Beranjak dari keberhasilan ini, Syariful pun sudah merencanakan penanaman kedua dan ketiga dengan memanfaatkan lahan delapan rante.

Lahan ini pun dipastikannya milik masyarakat yang terletak di dua hamparan. Sedikit berbeda, Syariful berencana membagi lahan itu dengan berbagai jenis tanaman.

“Tahap kedua ini rencananya mulai kita tanam bulan depan, setelah beres baru langsung ke tahap ketiga. Mungkin akan ditambah jenis sayuran,” ungkapnya.

Tidak tertutup kemungkinan program ini akan diperluas bila ada masyarakat yang bersedia meminjamkan lahannya untuk digarap. Dia pun berharap program ini bisa merangsang masyarakat untuk memanfaatkan lahannya menjadi sumber perekonomian. “Harapan kita begitu, masyarakat jangan sungkan menjadi petani dengan memanfaatkan lahannya sendiri,” ujarnya.

Datok Penghulu Kampung Kesehatan, Syariful Alam menegaskan program menanam sayuran gratis untuk masyarakat sama sekali tidak menggunakan dana desa.

Dia memastikan seluruh biaya yang diperlukan untuk mengelola lahan tersebut bersumber dari dana pribadinya. “Alhamdulillah, semuanya uang pribadi saya,” kata Syariful.

Untuk menjamin kualitas produksi, Syariful melibatkan tim teknis yang sudah berpengalaman di bidang pertanian. Namun, keterlibatan tim teknis ini dijelaskannya hanya untuk proses penanaman pertama. “Selanjutnya kita sudah paham, jadi tidak memakai tenaga teknis lagi,” jelasnya.(mad)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved