Breaking News:

Info Singkil

Dukung Investasi UEA di Kepulauan Banyak, Pemkab Aceh Singkil Siap Alokasi Anggaran Miliaran Rupiah

Rakor ini dihadiri Bupati Aceh Singkil Dulmusrid, Staf Khusus Gubernur Aceh, Iskandar serta tim Pemerintah Aceh lainnya.

Penulis: Dede Rosadi | Editor: Mursal Ismail
SERAMBINEWS.COM/DEDE ROSADI
Rapat koordinasi pembahasan Investasi Murban Energy perusahaan asal UEA di Kepulauan Banyak, Aceh Singkil, Kamis (10/6/2021) 

Rakor ini dihadiri Bupati Aceh Singkil Dulmusrid, Staf Khusus Gubernur Aceh, Iskandar serta tim Pemerintah Aceh lainnya.

SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Tim Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi menggelar rapat koordinasi (Rakor) terkait investasi Murban Energy, perusahaan asal Uni Emirat Arab (UEA). 

Rakor ini berlangsung di ruang pertemuan Setdakab Aceh Singkil, Kamis (10/6/2021). 

Rakor ini dihadiri Bupati Aceh Singkil Dulmusrid, Staf Khusus Gubernur Aceh, Iskandar serta tim Pemerintah Aceh lainnya.

Rakor ini juga diikuti secara virtual oleh Kementerian Investasi serta Kementerian Lingkungan Hidup. 

Dalam kesempatan itu Bupati Aceh Singkil Dulmusrid, menyatakan komitmennya dalam mendukung sepenuhnya rencana investasi UEA di Kepulauan Banyak

Baik dukungan terhadap pengembangan infrastruktur maupun dukungan terhadap penuntasan permasalahan lahan lokasi investasi UEA di Kepulauan Banyak. 

Baca juga: Terbukti Melanggar Qanun Tentang Hukum Jinayat, Pelaku Maisir di Langsa Dicambuk 40 Kali 

Baca juga: Kisah Inspiratif Presiden Soeharto, Nyamar Jadi Rakyat Biasa hingga Kunjungi Bosnia Saat Berkecamuk

Baca juga: Intip! Oleh-oleh Bunda Ashanty untuk Aurel dan Atta Halilintar dari Turki

Dari sisi dana, Pemkab Aceh Singkil juga siap alokasikan anggaran Rp 14 miliar sebagai wujud dukungan terhadap rencana investasi tersebut. 

Rinciannya untuk dukungan terhadap akses udara dalam pengembangan Bandara Syekh Hamzah Fansuri, Rp 7,5 miliar. "Anggaran tersebut untuk pembebasan lahan," kata Dulmusrid. 

Berikutnya untuk penyesuaian rencana detail tata ruang (RDTR) sebagai dukungan kelengkapan administrasi insentif daerah, Pemkab Aceh Singkil akan mengalokasikan anggaran Rp 1,5 miliar.

"Sedangkan terhadap ganti rugi lahan investasi yang dikuasai masyarakat setempat, kami akan mengalokasikan anggaran Rp 5 miliar," kata Bupati Aceh Singkil Dulmusrid

Seperti diketahui, sebagian besar wilayah Kepuluan Banyak, ditetapkan sebagai Kawasan Taman Wisata Alam (TWA) melalui Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 596/Kpts-II/96 tanggal 16 September 1996 tentang Penunjukan Gugusan Kepulauan Banyak Beserta Perairan Laut di Sekitarnya. 

Akan tetapi masyarakat setempat telah menguasai lahan-lahan di Kepulauan Banyak sejak zaman Pemerintahan Hindia Belanda. 

Terkait hal penyelesaian lahan membutuhkan peran dari Kementerian Lingkungan dan Pemerintah Provinsi Aceh sesuai dengan kewenangan masing-masing sebagai upaya mencegah pengendalikan potensi konflik lahan dengan masyarakat setempat dikemudian hari. 

"Beberapa jalan telah kami tempuh untuk mengusulkan ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan agar pulau-pulau yang diminati UEA yang masuk dalam kawasan TWA tersebut dapat dialihfungsikan ke kawasan Area Penggunaan Lain (APL) agar pembebasan lahan masyarakat dapat dilakukan.

Namun, sejauh ini kami belum mendapatkan jawaban solutif," ujar Dulmusrid.

Sementara itu dalam rakor membahas soal insentif pajak, kawasan dan infrastruktur. Dalam tiga minggu ini ditargetkan sudah ada progres atau kemajuan. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved