Breaking News:

Berita Pidie Jaya

Ratusan Petani Semangka di Jangka Buya Cemaskan Gagal Panen Akibat Cacar Daun

Petani berharap pemerintah atau instansi terkait dapat membantu solusi demi menyelamatkan tanaman semangka mereka.

Foto kiriman warga
petani di Gampong Keurisi, Kecamatam Jangka Buya, Pidie Jaya memperhatikan kondisi tanaman semangka dengan kondiai diserang cacar daun, Kamis (10/6/2021). 

Laporan Idris Ismail | Pidie Jaya

SERAMBINEWS.COM, MEUREUDU - Ratusan petani di Kecamatan Jangka Buya, Pidie Jaya (Pijay) merasa tindak nyaman terhadap ancaman gagalnya panen tanaman semangka yang di tanami pada hamparan areal persawahan pasca munculnya penyakit Cacar Daun.

“Akibat serangan cacar daun tersebut tanaman semangka mulai melayu dan ini mengancam terhadap gagal panen"sebut Fahmi selaku Petani Semangka di Gampong Keurisi, Kecamatan Jangka Buya, Pijay kepada Serambinews. Kamis (10/6/2021).

Berbagai upaya telah dilakukan untuk menyelamatkan tanaman yang telah berusia 45 hari   dengan kondisi buah rata-rata telah membesar seukuran mangga atau lebih. Namun, parahnya pertumbuhan buah menjadi lamban dikarenakan mulai diserang hama Cacar Daun maka menyebabkan rasa cemas terhadap gagalnya panen.

Dengan kondisi ini maka diperkirakan potensi gagal panen sangatlah  besar. Adapun langkah upaya penyemprotan terus dilakukan agar tanaman ini bisa terselamatkan. Terlebih dalam kondisi musim hujan yang juga menjadi ancaman besar bagi redupnya tahap panen. 

“Kami sangat berharap pemerintah atau instansi terkait (Dinas pertanian dan ketahanan pangan) dapat membantu solusi demi menyelamatkan usaha tanaman semangka tersebut,"jelasnya.

Menanggapi keluahan tersebut, Kepala Distanpang Pijay, drh Muzakkir Muhammad MM kepada Serambinews.com, Kamis (10/6/2021) mengatakan, apalabila petani menghadapi kendala berbagai komoditi pertanian dapat melakukan konsultasi ke Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) kecamatan dan juga kepada penyuluh pertanian yang ditempatkan di masing-masing gampong.

Baca juga: Ayah dan Anak Bunuh Pria 42 Tahun, Korban Tewas Ditikam, Dipicu Soal Pengambilan Pasir Batu

Baca juga: Harga Emas Turun, Kini Rp 3.930.000/Mayam

Baca juga: Pengamat Sebut Kalau Pemerintah Tak Mampu Basmi Korupsi, Jangan Tekan Rakyat dengan Pajak Sembako

Baca juga: Marak Kasus Perdagangan Seks di Negara Tetangga, Bangladesh Awasi Ketat Pengguna TikTok 

"Cacar daun ini  disebabkan oleh curah  hujan yang tinggi seperti saat ini sehingga  menyebabkan daun semangka jadi cacar apalagi, semangka juga meruajan salah satu tanaman yang  tidak tahan terhadap cuaca hujan maka penanaman ini disaat musim hujan terhadap komoditi ini (semangka) adalah kurang tepat ditanami,"jelasnya.

Ditambahkan agar setiap petani untuk tidak sungkan melakukan konsultasi dalam upaya pengembangan tanaman sehingga dapat memberdayakan perekonomian masyarakat.

"Salah satunya yang kini kami galakkan yaitu penanaman jagung, kedelai, cabai merah, tomat yang menghasilkan ekonomi dipasaran dengan baik," ungkapnya.(*)

Penulis: Idris Ismail
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved