Breaking News:

Gizi Anak Harus Dijaga, Sejak Awal Kehamilan

Persoalan stanting masih menjadi persoalan besar di Aceh. Secara nasional, angka stanting di Provinsi Aceh berada pada peringkat tiga nasional

SERAMBI FM/ILHAM
Tiga narasumber yaitu Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Aceh, dr Sulasmi MSHM, Kepala Unicef Perwakilan Aceh, Andi Yoga Tama, dan Dokter Spesialis Gizi Klinik, dr Mutia Winanda MGizi SpGK mengisi talkshow dengan tema “Gizi Anak Masa Depan Aceh” di Radio Serambi FM 90.2 yang dipandu Syita, Kamis (10/6/2021). 

BANDA ACEH - Persoalan stanting masih menjadi persoalan besar di Aceh. Secara nasional, angka stanting di Provinsi Aceh berada pada peringkat tiga nasional. Untuk mencegah stunting, gizi anak harus dijaga sejak awal kehamilan.

Demikian penjelasan Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Aceh dr Sulasmi, MSHM, Dokter Spesialis Gizi Klinik dr Mutia Winanda, MGizi, SpGK, dan Kepala UNICEF Perwakilan Aceh, Andi Yoga Tama saat menjadi narasumber talkshow bertema "Gizi Anak, Masa Depan Aceh" di Radio Serambi FM 90.2, Kamis (10/6/2021).

Dalam talkshow yang dipandu Syita, dr Mutia mengatakan bahwa gizi anak harus diberikan dari prakonsepsi. "Karena kita mau kejar gizi yang optimal sejak 1.000 hari pertama kehidupan yaitu sejak ibunya hamil sampai anaknya berusia 2 tahun," katanya.

Yang sering terjadi selama ini, sambungnya, ibu hamil kurang nutrisi. Selain itu, ungkap dr Mutia, juga sering ditemukan dalam masyarakat tidak sempurnanya pemberian air susu ibu (ASI) eksklusif kepada anaknya.

"Di Aceh, ASI eksklusif juga masih menjadi PR buat kita semua. Jadi kalau kita memperbaiki gizi anak, kita harus mengaungkan ASI eklusif jangan sampai tidak tercapai," ujar dokter spesialis gizi ini.

Hal senada juga disampaikan Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Aceh, dr Sulasmi. Menurutnya, remaja putri sangat penting menjaga waktu dan pola makan. Karena mereka akan menjadi calon ibu.

"Mereka harus tetap memerhatikan gizi yang seimbang. Karena kalau ia berkeluarga dan hamil, bisa melahirkan anak yang sehat. Kita berharap ia juga memberikan ASI eksklusif, karena ASI tidak ada tandingannya," ujarnya.

Kepala Unicef Perwakilan Aceh, Andi Yoga Tama mengungkapkan persoalan stanting bukan hanya masalah kesehatan, tapi juga dampak dari lingkungan yang tidak sehat. Unicef akan membantu pemerintah mengatasi masalah ini.

"Persoalan stanting bukan hanya kesehatan karena intervensi kesehatan hanya 30 persen. Kita harus memastikan ketahanan pangan keluarga, juga harus melihat layanan kesehatan seperti imunisasinya terpenuhi atau tidak," katanya.

Selain itu, juga harus dilihat apakah masyarakat sudah melakukan pratek-praktek hidup bersih dan sehat.

Unicef, kata Andi, mendorong supaya gampong-gampong di Aceh bebas dari praktek buang air besar semberangan. "Karena stanting dan kebersihan lingkungan sangat kuat hubungannya," ungkapnya.

Pihaknya juga melakukan penguatan kapasitas terhadap tenaga kesehatan. Karena stanting harus dicegah, tidak bisa disembuhkan. Agar anak tidak stanting, maka harus diperhatikan gizi anak sejak dalam kandungan.(mas)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved