Breaking News:

Plt Bupati Bener Meriah Gelar Rapat Kajian Pembangunan Dry Port

Pelaksana Tugas Bupati Bener Meriah, Dailami rapat tindak lanjut usulan kajian pembangunan Dry Port dengan Sekretaris Badan Penelitian

Dok Prokopim BM
Plt Bupati Bener Meriah, Dailami menggelar rapat tindak lanjut usulan kajian pembangunan Dry Port dengan Sekretaris Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan Pusat, Kamis (10/6/2021) secara virtual. 

REDELONG - Pelaksana Tugas Bupati Bener Meriah, Dailami rapat tindak lanjut usulan kajian pembangunan Dry Port dengan Sekretaris Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan Pusat, Kamis (10/6/2021) secara virtual. Selain rapat agenda dilanjutkan dengan melakukan tinjauan lapangan terkait Dry Port.

Rapat tersebut dihadiri juga oleh Kepala Pusat Litbang Transportasi Antar Moda, Kepala Pusat Litbang Transportasi Laut, Sungai, Danau dan Penyeberangan, Kepala Pusat Litbang Transportasi Udara, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Aceh. Sementara dari Bener Meriah rapat dihadiri oleh Ketua, Wakil Ketua, serta Anggota DPRK, Staf Ahli Bupati, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Dinas PU, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, Kepala Bandara Rembele, dan sejumlah pejabat lainnya.

Sekretaris Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan Pusat. Edy Gunawan dalam sambutannya menyampaikan, pertemuan atau rapat yang berlangsung terkait Dry Port sangat penting untuk kesejahteraan masyarakat khususnya untuk Kabupaten Bener Meriah dan Pemerintah Aceh secara umum.

“Pertemuan ini sebagai tindak lanjut surat Bupati Bener Meriah tertanggal 5 April maupun 2 Mei 2021 yang ditujukan kepada kami dari bapak Menteri,” ucapnya. Dia berharap rapat tersebut dapat berjalan dengan baik, sehingga dari pertemuan tersebut mendapatkan hasil yang nantinya dapat mendukung pembangunan Dry Port di Bener Meriah. Edy juga mengajak untuk bersama mengawal agar proses program Dry Port tersebut dapat berjalan dengan semestinya, “saya mengharapkan kesabaran bersama, karena semua perlu proses,” katanya.

Sementara itu, Plt Bupati Bener Meriah, Dailami dalam arahannya menyampaikan, dengan adanya Dry Port ini kita dapat melakukan konsolidasi muatan, penumpukkan atau pergudangan serta dokumentasi muatan yang selanjutnya dapat di kirim ke terminal peti kemas. Dry Port merupakan pelayanan satu atap ke pelabuhan untuk penanganan kargo, dengan layanan satu atap ini maka proses dokumentasi dan pemeriksaan terkait bea cukai karantina hewan dan tumbuhan dapat diselesaikan disini. Dengan adanya Dry Port hasil perkebunan dan pertanian unggulan di Kabupaten Bener Meriah seperti kopi, kentang, kelapa sawit, serai wangi, pisang cavendish dan alpukat yang akan di ekspor tidak perlu menempuh jarak yang jauh.

Dikatakan Dailami, Dry Port yang akan dibangun nantinya, selain memanfaatkan jalur darat, terdapat juga jalur udara dengan memanfaatkan Bandara Rembele yang saat ini memiliki terminal kargo. Selain itu, melalui pelabuhan laut yang memanfaatkan pelabuhan Krueng Geukueh di Aceh Utara dan apabila memungkinkan akan dilakukan studi penggunaan jalur kereta api dari Bener Meriah ke Sumatera Utara. Dailami mengharapkan dengan adanya Dry Port ini dapat dijadikan pijakan pertama untuk meningkatkan kesejahteraan para petani di Kabupaten Bener Meriah, serta menggenjot roda perekonomian masyarakat.(hbm/*)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved