Breaking News:

Tim Kemenko Marves Cek Lokasi Investasi UEA di Singkil

Tim Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves), 9-10 Juni 2021, berkunjung ke Aceh Singkil

Editor: bakri
SERAMBI/DEDE ROSADI
Tim Kemenko Marves berbincang dengan Bupati Aceh Singkil, Dulmusrid, di Nago Resor Kecamatan Pulau Banyak, Aceh Singkil, Rabu (9/6/2021). 

SINGKIL - Tim Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves), 9-10 Juni 2021, berkunjung ke Aceh Singkil. Kehadiran mereka untuk memastikan syarat pendukung investasi yang diminta Murban Energy, perusahaan asal Uni Emirat Arab (UEA) di Kepulauan Banyak, Aceh Singkil, cepat terealisasi.

Sebab, ditargetkan pada Oktober mendatang saat Presiden Joko Widodo, berkunjung ke Abu Dhabi, UEA, akan dilakukan penandatangan MoU investasi Murban Energy di Kepulauan Banyak. Informasi penandatanganan MoU investasi tersebut terungkap dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Kemenko Marves dengan Tim Pemerintah Aceh dan Bupati Aceh Singkil, di Ruang Rapat Setdakab Aceh Singkil, Kamis (10/6/2021).

Tim Kemenko Marves yang hadir ke Singkil yaitu Ketua Tim Koordinasi Penanganan Sengketa/Permasalahan Investasi dan Perdagangan, Leo Mualdy Christoffel,  Kabid Promosi Investasi dan Pengembangan Pelaku Usaha Jasa, Jason Fredrick Siregar, Kabid Kebijakan Peningkatan Iklim Investasi, Adi Wibowo, Kabid Infrastruktur Perekonomian, Dhodik Dwi Saputro,  Kasubbag Pemantauan dan Evaluasi, Ferdian Bhaskoro, serta Pelaksana pada Asdep Investasi Bidang Jasa, M Syamsul Huda dan Qashmal Mirza Aliansyah.

Sementara dari Pemerintah Aceh hadir Staf Khusus Gubernur Aceh, Iskandar, Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Jamaluddin, bersama sejumlah kepala SKPA terkait.

Rombongan Kemenko Marves memulai kunjungan dengan berlayar ke Kepulauan Banyak, menggunakan speed boat, pada Rabu (9/6/2021). Di Kepulauan Banyak, tim tersebut melihat pulau-pulau yang diminati Murban Energy. Seperti Pulau Orongan, Ujung Batu, Pulau Balong, dan Pulau Tambarat. "Saya sampai jatuh dari pohon saat memanjat untuk melihat pulau, memang sangat menarik," kata Leo Mualdy Christoffel.

Sepulang dari Kepulauan Banyak, Tim Kemenko Marves menggelar rapat koordinasi yang dihadiri Bupati Aceh Singkil, Dulmusrid, dan tim Pemerintah Aceh, kemarin. Rapat secara virtual tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta Kemenko Marves.

Rapat terfokus pada isu insentif pajak yang diminta investor serta dukungan infrastruktur serta tahapan lahan yang merupakan kawasan taman wisata alam (TWA). Leo mengatakan, Murban Energy akan melakukan investasi senilai 7 miliar dolar AS. Sehingga investor selain ada jaminan pengembalian juga bisa melaksanakan investasi dengan iklim yang baik.

Terkait hal itu, Leo menegaskan, dalam tiga pekan ke depan semua tim yang terlibat harus sudah menyampaikan urusan teknis, bukan lagi kebijakan secara umum. Sebab, sambungnya, konsultan yang ditunjuk Murban Energy dalam waktu dekat akan melakukan survei ke Kepulauan Banyak, untuk memastikan lokasi yang dipilih.

Seusai rapat, Jason Fredrick Siregar mengatakan, poin penting dari rakor adalah bagaimana investasi Murban Energy di Kepulauan Banyak secepatnya terealisasi.  Hal ini demi kemajuan perekonomian masyarakat Aceh Singkil, khususnya Aceh dan Indonesia pada umumnya. Sehingga sinergitas pemerintahan di tiap tingkatan terus terjaga.

Meski status lahan di pulau yang diminati investor UEA itu masuk dalam kawasanTWA, namun fakta di lapangan lahan itu sudah dikuasai masyarakat sejak zaman Belanda. Jason menyatakan, prinsip investasi adalah memberikan keuntungan seluas-luasnya kepada masyarakat. Untuk itu, menurutnya, masyarakat tak akan dirugikan, tapi justru mendapat keuntungan. Hanya saja, pulau yang menjadi lokasi investasi belum diputuskan Murban Energy.

Setelah diputuskan nanti baru lah dilakukan penyelesaia. "Jika masuk dalam TWA tapi masyarakat memiliki tanaman di atasnya, tentu diganti untung bukan ganti rugi tanamanya. Kalau lahannya itu kan jelas milik negara," tegas Jason.

Sementara itu, Bupati Aceh Singkil, Dulmusrid, komit memberi dukungan penuh terhadap rencana investasi UEA di Kepulauan Banyak. Dukungan itu terkait pengembangan infrastruktur maupun terhadap penuntasan permasalahan lahan lokasi investasi UEA di Kepulauan Banyak.

Pemkab Aceh Singkil, sebut Bupati, siap mengalokasikan anggaran Rp 14 miliar sebagai wujud dukungan terhadap rencana investasi tersebut. Rinciannya, untuk pembebasan lahan Bandara Syekh Hamzah Fansuri Rp 7,5 miliar, untuk penyesuaian rencana detail tata ruang (RDTR) Rp 1,5 miliar, dan untuk ganti rugi lahan investasi yang dikuasai masyarakat Rp 5 miliar.

Sebelumnya, Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Jamaluddin, mengatakan, untuk mendukung invesatasi UEA, ada informasi yang menyatakan bahwa investor akan menerima tenaga kerja lokal hingga ratusan orang. Terkait hal itu, ia meminta putra putri Aceh Singkil untuk menyiapkan diri. Sehingga dapat mengambil manfaat dari hadirnya investasi dari Timur Tengah tersebut.

Seusai dari Aceh Singkil, Tim Kemenko Marves pulang melalui Jalan Siompin-Sibagindar. Untuk mengecek jalan yang ditargetkan menjadi penghubung Aceh Singkil dengan Bandara Silangit, Tapanuli Utara, Sumut. Sehingga wisatawan mancanegara yang berkunjung ke destinasi wisata super prioritas Danau Toba, bisa meneruskan kunjungan ke Kepulauan Banyak. (de)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved