Breaking News:

Salam

Vaksinasi Salah Satu Jalan Menuju Kehidupan Normal

Dalam satu wawancara eksklusif dengan harian ini, Kapolda Aceh, Irjen Pol Drs Wahyu Widada MPhil, memperlihatkan kekhawatirannya

SERAMBI/HENDRI
Kapolda Aceh, Irjen Pol Wahyu Widada, berbincang dengan Pemimpin Redaksi Serambi Indonesia, Zainal Arifin M Nur, di Mapolda Aceh, Selasa (8/6/2021). 

Dalam satu wawancara eksklusif dengan harian ini, Kapolda Aceh, Irjen Pol Drs Wahyu Widada MPhil, memperlihatkan kekhawatirannya atas peningkatan tajam kasus Covid‑19 di Aceh sejak Mei lalu. Apalagi, menurutnya, angka kematian di Aceh saat ini lebih tinggi dari rata‑rata nasional dan angka kesembuhan lebih rendah. Karena itu, Kapolda meminta masyarakat Aceh benar‑benar disiplin menerapkan protokol kesehatan (protkes), agar grafik penyebaran Covid‑19 melandai.

Jenderal bintang dua ini juga mengajak masyarakat Aceh untuk ikut vaksin dalam program vaksinasi yang sedang dilaksanakan oleh Pemerintah Aceh. Menurut Irjen Pol Wahyu Widada, vaksinasi adalah salah satu ikhtiar dari bangsa ini untuk memutuskan mata rantai wabah paling berbahaya tersebut, dan juga sebagai usaha untuk kembali ke kehidupan normal seperti saat belum terjadi Covid‑19.

“Ada dua hal yang mungkin bisa kita lakukan. Pertama, mengubah prilaku dan kita bisa sehat. Kedua, kita meningkatkan daya tahan tubuh, dengan apa? Dengan vaksinasi. Sebab, dengan vaksin kita akan kembali ke kehidupan normal. Mau kembali ke kehidupan normal? Ayo vaksin. Kita lihat Amerika atau Selandia sudah lepas masker. Kenapa? Karena mereka sudah mencapai 70 persen yang divaksin, herd immunity‑nya sudah terbentuk.”

Ia jelaskan, saat ini, tugas kepolisian tidak terpisahkan dari tugas sebagai satgas, karena polisi juga bagian dari satgas. Sesuai Instruksi Presiden Nomor 6 Tahhun 2020, tugas polisi ada empat. Pertama, membantu pemda dalam mengerahkan kekuatan menegakkan protokol kesehatan. Kedua, bersama dengan TNI kita laksanakan patroli. Ketiga, melaksanakan edukasi dan sosialisasi. Keempat, melakukan penegakan hukum.

Bulan Mei hingga Juni itu, kasusnya meningkat luar biasa. Warga yang terkonfirmasi positif sudah lebih dari 3.500 orang. Dan, yang paling memprihatinkan adalah pasien Covid‑19 yang meninggal pada bulan Mei mencapai 156 orang. Itu jumlah yang cukup banyak dan harus jadi perhatian kita.

Di sisi lain, angka kesembuhan kita rendah hanya 78 persen. Padahal, rata‑rata nasional sudah 92 persen. Angka kematian kita 3,78 persen, sementara nasional 2,76 persen. Jadi, sekali lagi ini harus jadi perhatian kita bersama.

Seperti dijelaskan Kapolda tadi, bahwa kondisi saat ini memang sangat memprihatinkan. Salah satu cara agar kita semua bisa terbebas dari kondisi yang mencemaskan ini adalah mematuhi protokol kesehatan, ikut program vaksinasi, serta mengikuti semua anjiran Pemerintah dan Satgas Penanganan Covid.

Sejak pekan ini Kota Banda Aceh kembali masuk kategori zona merah Covid‑19. Satuan Tugas Penanganan Covid‑19 Kota Banda Aceh mengeluarkan surat perihal penundaan segala bentuk kegiatan yang menimbulkan kerumunan, termasuk yang digekar di hotel-hotel, convention hall, dan lain-lain.

Dalam surat yang ditujukan kepada semua camat di Banda Aceh, Satgas Covid menyampaikan, “Sehubungan dengan status Kota Banda Aceh saat ini masuk dalam kategori zona merah, maka untuk mencegah penyebaran dan memutuskan mata rantai Covid‑19 , diminta kepada saudara untuk menunda sementara segala bentuk kegiatan yang menimbulkan kerumunan. Kegiatan masyarakat dapat dilaksanakan kembali apabila Kota Banda Aceh sudah keluar dari zona merah.”

Kita juga ingin memberitahukan ke masyarakat bahwa vaksinasi yang pekan ini sangat gencar dilaksanakan Pemerintah Aceh tujuannya adalah mendorong tercapainya kekebalan kelompok, menurunkan kesakitan dan kematian akibat virus Corona, melindungi dan memperkuat sistem kesehatan secara menyeluruh.

Para ahli menjelaskan, tiga manfaat utama vaksin Covid adalah memproteksi spesifik individu yang divaksin, membentuk kekebalan kelompok (terutama jika jumlah orang yang divaksinasi dalam masyarakat berada dalam jumlah cukup 95%), dan proteksi lintas kelompok dengan memberikan vaksin pada kelompok usia tertentu sebagai upaya membatasi penularan pada kelompok lainnya. Nah?!

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved