Jumat, 24 April 2026

Video

VIDEO – Curiga Harga Makanan Online yang Dibeli Suaminya, Istri Bongkar Resto Diduga Abal-abal

Dia juga merasa kaget lantaran tempat yang didatangi ternyata bukanlah restoran seperti yang disebut di dalam lapak jual beli.

Penulis: Samsul Idris | Editor: Zaenal

SERAMBINEWS.COM - Sebuah video seorang perempuan membongkar penipuan yang dilakukan lapak  makanan online di Surabaya, viral di media sosial, Jumat (11/6/2021).

Produk makanan yang dijual lapak itu disebut tidak sesuai dengan gambar makanan yang dipasang di akun jual beli online.

Dalam video yang diunggah akun @kdeviana Kamis (10/6/2021), perempuan itu juga membuka bungkus makanan yang dipesan oleh suaminya.

Mereka memesan lima bungkus menu pecel dengan total Rp 95.200. Namun, makanan yang didapat tidak sesuai espektasinya.

Baca juga: Ini Nikko Jenkins, Pembunuh Bayaran yang Dijatuhi Hukuman Mati hingga Viral di Media Sosial 

Perempuan tersebut akhirnya mengetahui alamat lapak penjual makanan dari jasa pengantar yang mengantarkan makanan itu kepadanya.

Dia juga merasa kaget lantaran tempat yang didatangi ternyata bukanlah restoran seperti yang disebut di dalam lapak jual beli.

"Pemilik mencatut nama-nama resto terkenal di Surabaya tapi dengan lokasi lapak yang sama," kata perempuan tersebut.

Baca juga: Bekas Pasar Kartini akan Dibangun Gedung 4 Lantai, Untuk Parkir, yang Masih Jual Sayur Bakal Distop

Dalam video, tampak pula seorang pria diduga penjaga.

Tidak jauh dari lokasi pria itu, terdapat beberapa ponsel.

Lokasi rumah juga bukan sebuah restoran, tapi rumah biasa yang tampak seperti dapur.

Baca juga: Lesti Kejora Ungkap Permohonan Maaf Tak Undang Banyak Orang, Acara Lamarannya Terbatas

Perempuan yang mengaku juga memiliki lapak makanan jual beli online itu sebenarnya sudah mengetahui dari driver ojek online bahwa di daerah Dharmahusada Surabaya terdapat lapak makanan online penipu berkedok restoran.

Namun, ternyata suaminya sendiri yang menjadi korban.

Dia pun marah dan langsung mendatangi lapak tersebut.

Kanit Resmob Polrestabes Surabaya Iptu Arif Risky, saat dikonfirmasi mengatakan, sudah memonitor video viral tersebut.

"Kita masih menunggu laporan korban. Kita belum bisa bertindak jika belum ada laporan korban," jelas Arif, Jumat malam.

Sumber : Tribun Timur.com

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved