Breaking News:

Salam

Menanti Nasib Palestina di Masa Rezim Bennett

Sebagian rakyat Palestina di Gaza bersorak-sorai di jalan-jalan ketika Benyamin Netanyahu terguling setelah 12 tahun menjabat sebagai Perdana Menteri

Editor: bakri
AFP
Perdana Menteri baru Israel, Naftali Bennett 

Sebagian rakyat  Palestina di Gaza bersorak-sorai di jalan-jalan ketika Benyamin Netanyahu terguling setelah 12 tahun menjabat sebagai Perdana Menteri (PM) Israel. Beberapa warga  Palestina menyatakan sangat puas atas tergulingnya Netanyahu yang mereka sebut sebagai “penjahat”. Namun, akan lebih baikkah nasib Palestina ketika nanti Israel dipimpin PM Naftali Bennett? Itu bukan hanya pertanyaan warga Palestina, tapi juga pertanyaan hampir seluruh muslim dunia yang selama ini tersakiti oleh ulah rezim Netanyahu.

Di sisi lain, walau Netanyahu berkoar-koar terjadi kecurangan dalam Pemilu yang membuatnya terguling, tapi Presiden AS Joe Biden sudah memberi selamat kepada PM Naftali Bennett yang diusung aliansi partai untuk menggulingkan Netanyahu dan kemudian membentuk pemerintahan baru. "Saya mengucapkan selamat kepada Perdana Menteri Naftali Bennett dan semua anggota kabinet baru Israel," kata Biden.

Pemimpin Negeri Paman Sam itu kemudian mengatakan, "Saya berharap dapat bekerja sama dengan Perdana Menteri Bennett untuk memperkuat semua aspek hubungan yang erat dan langgeng antara kedua negara kita. Israel tidak memiliki teman yang lebih baik daripada Amerika Serikat. Saya berkomitmen penuh untuk bekerja dengan pemerintah Israel yang baru guna memajukan keamanan, stabilitas, dan perdamaian bagi orang Israel, Palestina, dan orang-orang di seluruh wilayah yang lebih luas."

Tak lama kemudian, melalui akun Twitternya, Bennett membalas ucapan selamat dari Biden. "Terima kasih Tuan Presiden! Saya berharap dapat bekerja sama dengan Anda untuk memperkuat hubungan antara kedua negara kita," kata Naftali Bennett, politisi nasionalis yang herhasil menggulingkan Netanyahu melalui partai koalisinya.

Kembali ke soal nasib Palestina ke depan. Sebagian warga Palestina ternyata sangat tidak merasa akan ada perubahan positif dari pemerintah baru Israel di bawah Naftali Bennett. Kebijakan Israel tetap sama yakni merampas hak-hak Palestina. “Kami tidak mengandalkan perubahan apa pun dalam pemerintahan pendudukan karena mereka bersatu dalam kebijakan pembunuhan dan perampasan hak-hak Palestina,” kata Juru Bicara Hamas Sami Abu Zuhri.

Sedangkan Juru Bicara Presiden Palestina Nabil Abu Rudeineh hanya berkomentar formalitas saja . “Itu merupakan urusan internal Israel. Posisi kami selalu jelas. Yang kami inginkan adalah sebuah negara Palestina dengan Yerusalem sebagai ibu kotanya.”

Kementerian Luar Negeri Palestina dalam satu pernyataan mengatakan, “Tidak tepat jika menyebut pemerintah baru Israel sebagai pembawa perubahan. Sebab, kebijakannya tidak akan berubah dari pemerintah sebelumnya.”

Ini diketahui setelah Kementerian Luar Negeri Palestina mengajukan sejumlah pertanyaan pada pemerintahan Bennet, termasuk soal posisi pemerintah baru mengenai hak rakyat Palestina untuk menentukan nasib sendiri dan pembentukan negara merdeka.

Masalah yang tak pernah selesai adalah Israel mengklaim Yerusalem secara keseluruhan sebagai ibu kotanya. Sedangkan Palestina mengklaim Yerusalem Timur sebagai ibu kota masa depan negara Palestina.

Makanya, ketegangan kerap mewarnai hubungan antara warga Israel dan Palestina yang tinggal di Yerusalem Timur, Gaza, dan Tepi Barat. Gaza dikuasai kelompok milisi Palestina, Hamas, yang telah sering mengangkat senjata melawan Israel.

Seorang analis politik mengatakan, ada begitu banyak masalah pelik yang tidak terpecahkan hingga sekarang dan bahkan semakin menjadi lahan semai bibit konflik di masa depan. Masalah-masalah itu antara lain; Bagaimana nasib para pengungsi Palestina selanjutnya,  apakah pemukiman Yahudi di Tepi Barat harus dipertahankan atau dipindahkan, apakah dua pihak bisa berbagi Yerusalem,  dan, yang paling sulit, apakah negara Palestina bisa berdiri berdampingan dengan negara Israel?

Kita berharap, bersama pemerntahan baru Israel ini, nasib Palestina tidak lebih buruk, Dan, kita selalu mendukung perjuangan Palestina mendapatkan kembali wilayahnya. Aamiin.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved