Breaking News:

Opini

Pahatan Peradaban 52 Tahun Unimal

Samudera Pasai telah menjadi pusat pendidikan Islam dan ilmu pengetahuan pada akhir abad ke-13 hingga pertengahan abad 15 yang menjadi ruang

Editor: bakri
Pahatan Peradaban 52 Tahun Unimal
FOR SERAMBINEWS.COM
Herman Fithra, Herman Fithra, Rektor Universitas Malikussaleh, Ketua Forum Rektor Aceh (PTN)

Oleh Herman Fithra, Herman Fithra, Rektor Universitas Malikussaleh, Ketua Forum Rektor Aceh (PTN)

Universitas Malikussaleh (Unimal) yang berada di pesisir utara Aceh mengambil nama besar Sultan Samudera Pasai. Kerajaan ini sendiri ditabalkan sebagai kerajaan Islam pertama di Asia Tenggara.

Samudera Pasai telah menjadi pusat pendidikan Islam dan ilmu pengetahuan pada akhir abad ke-13 hingga pertengahan abad 15 yang menjadi ruang persemaian nilai-nilai hibrid dan sejarah Islam baru, yang berangkat dari semangat akulturasi dan akomodasi kebudayaan,

yang saat ini kita kenal sebagai Islam Nusantara. Jaring-jaring ini kemudian ikut membentuk wajah peradaban Islam Nusantara baru, mulai dari Sunda Kelapa, Ternate, Tidore, Banjar, Cirebon, Mataram, hingga Jawa Timur.

Sebagai sultan pertama yang tidak secara genetik menerima Islam dari keluarga, Malikussaleh meletakkan fundamen kokoh pada masanya, yang menjadi perhatian banyak pihak, mulai dari Marcopolo, Tomi Pires, hingga Ibnu Batuthah, yang membawa model Islam ramah, moderat, dan kultural. Jika dilihat dari sejarah ini ikut mewarnai spirit perjalanan bangsa Indonesia sampai sekarang. Semangat inilah yang diharapakan tumbuh pada setiap sumber daya manusia yang dihasilkan oleh Unimal.

Unimal yang telah 20 tahun menjadi perguruan tinggi negeri telah menjadi kumparan peradaban modern tanah Pasai, pada khususnya, dan Aceh pada umumnya. Memang sejarahnya tidak bisa hanya dirunut ketika penegerian, yang di situ ada peran politik penting mendorongnya, tapi sejak kelahirannya oleh Bupati Kabupaten Aceh Utara Drs Tgk Abdul Wahab Dahlawi sebagai sosok pendiri pada 12 Juni 1969.

Awalnya sebagai institusi pendidikan tinggi agama kemudian berkembang menjadi perguruan tinggi swasta dengan beragam disiplin ilmu. Unimal akhirnya juga tak bisa mengelak berada di tubir sejarah reformasi Indonesia dan menjadi tugas rekonsiliasi perdamaian Aceh dengan mengubah status sebagai perguruan tinggi negeri ketiga di Aceh, di tahun 2001.

Penegerian Unimal

Status penegerian Unimal dimulai dengan surat keputusan Mendiknas No. 216/P/2000 tanggal, 16 November 2000 membentuk Tim Persiapan Perubahan Status Unima (nomenklatur awal) dari PTS menjadi PTN. Tim ini bertugas menyiapkan pelaksanaan pendirian universitas ini secara bertahap sampai terpenuhinya semua ketentuan sesuai peraturan perundang-undangan.

Rektor Unima saat itu, A. Hadi Arifin, menjelaskan bahwa program perubahan status menjadi negeri adalah suatu aspirasi dan permintaan masyarakat Aceh Utara secara khusus dan harapan bagi masyarakat Aceh pada umumnya, sebagai bagian dari penyelesaian konflik Aceh untuk meningkatkan kualitas sumber daya orang Aceh sekaligus mencerdaskannya sesuai surat Rektor Unima, No. 540/UNIMA/H/2001 tanggal, 28 April 2001. Hal ini berarti modal dasar adalah milik masyarakat Aceh Utara dan pengembangannya dilaksanakan oleh pemerintah pusat, sekaligus menjadi aset pemerintah pusat.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved