Breaking News:

Prancis vs Jerman, Duel Raksasa Sepak Bola Eropa

DUA raksasa sepak bola Eropa, Prancis dan Jerman, siap bertemu dalam pertandingan grup F Euro 2020 di Stadion Allianz Arena, Muenchen, Jerman

Editor: bakri
FOR SERAMBINEWS.COM

DUA raksasa sepak bola Eropa, Prancis dan Jerman, siap bertemu dalam pertandingan grup F Euro 2020 di Stadion Allianz Arena, Muenchen, Jerman, pada Rabu (16/6/2021) dini hari WIB. Menjelang duel itu, perang urat syaraf sudah terjadi sejak beberapa hari lalu.

Prancis memulai Euro kali ini sebagai favorit di Grup F. Barisan bawah Jerman akan diuji oleh para penyerang Les Bleus yang dikomandoi oleh Kylian Mbappe. Pada musim ini, Pertahanan Der Panzer sudah kebobolan 20 gol dalam 13 pertandingan.

Menjelang Euro, Prancis masing-masing menang 3-0 atas Wales dan Bulgaria dalam laga persahabatan. Sementara Jerman ditahan imbang 1-1 oleh Denmark sebelum menang 7-1 atas tim kecil, Latvia, juga dalam pertandingan uji coba.

Pelatih Prancis, Didier Deschamps, optimis Karim Benzema dan Antoine Griezmann sudah kembali fit pada laga melawan Jerman. Pasangan ini muncul dalam sesi latihan setelah cedera saat tim mereka melawan Bulgaria lima, hari lalu. Ditanya apakah mereka akan siap untuk main, Deschamps menjawab: "Ya, sepertinya begitu. Semua orang ambil bagian dalam sesi latihan, kemarin. Kami memiliki dua sesi tersisa sebelum pertandingan, seharusnya tidak ada masalah," katanya.

Benzema yang tampil bersama Deschamps mengatakan, jika dia melanjutkan latihan dengan skuat kemarin, itu berarti dirinya tidak mengalami masalah apapun, tidak ada yang dirasa sakit. "Secara fisik, saya merasa baik karena saya berlatih di dalam ruangan. Jadi, saya dalam kondisi 100 persen," ucap Benzema.

Setelah Jerman, Prancis akan menghadapi Hungaria di Budapest pada 19 Juni sebelum melawan Portugal, tim yang mengalahkan mereka pada final Euro 2016 di kandang sendiri, empat hari kemudian juga di ibu kota Hongaria. 

Sementara itu, Toni Kroos siap membuktikan bahwa mereka yang meragukan Jerman di Euro 2020 adalah salah. "Kami tidak perlu bertahan saat melawan Prancis. Kedua tim sama-sama kuat. Sebelum turnamen (Piala Dunia), kami dibuat lebih kuat dari sebelumnya, sekarang berbeda," kata Kroos. "Saya tidak akan pernah memulai turnamen dengan harapan 'mari kita meraih beberapa poin'. Jika itu masalahnya, saya tidak akan kembali," tegas Kroos.

Bek Jerman, Antonio Ruediger, menyatakan, timnya perlu sedikit kotor dalam pertandingan nanti. Itu dilakukan untuk menaklukkan tim juara dunia. Ruediger yang baru memenangkan final Liga Champions bersama Chelsea menegaskan bahwa Jerman tidak akan membiarkan penyerang Prancis seperti Kylian Mbappe dan Antoine Griezmann untuk bergerak leluasa.

"Kami harus siap untuk memenangkan tantangan satu lawan satu," kata Ruediger di markas timnas Jerman di Bavaria, Minggu (13/6/2021) waktu setempat. “Di atas kertas, Prancis terlihat lebih kuat, tapi itu hanya di atas kertas,” ungkap Ruediger dalam konferensi persnya dikutip dari situs resmi DFB.

Dalam wawancara terpisah, Mbappe tampaknya tidak terpengaruh oleh komentar rivalnya itu. Dia menjawab komentar itu dengan bahasa diplomatis. “Semua orang bertarung dengan senjata mereka sendiri,” kata Mbappe dalam konferensi persnya di Prancis seperti dikutip L’equipe. “Senjata kita, kita bermain bersama. Jika itu senjata mereka, mereka akan bermain dengan senjata mereka dan kita akan bermain dengan senjata kita," tambah Mbappe. (tribun network/mba)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved