Breaking News:

Bersiaplah Testing CPNS Model Pendemi Covid

Pemerintah membuka 707.622 formasi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) tahun 2021 dengan alokasi 74.625 untuk instansi pusat

Editor: bakri
sscndata.bkn.go.id
Pemerintah akan membuka perekrutan pegawai lewat seleksi CPNS/PPPK 2021 pada tahun ini. 

Pemerintah membuka 707.622 formasi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) tahun 2021 dengan alokasi 74.625 untuk instansi pusat dan 632.997 untuk instansi daerah. Formasi paling besar dialokasikan untuk pegawai pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Guru sejumlah 531.076, PPPK non-Guru sebanyak 20.960, dan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 80.961 formasi.

Sebetulnya, total jumlah kebutuhan CPNS 2021 mencapai 1.275.387 formasi. Terdiri dari 83.669 untuk pemerintah pusat dan 1.191.718 untuk instansi daerah. Namun, yang baru dibuka hanya 707.622 formasi. Dari total formasi yang dibuka ini, ada sejumlah profesi yang membolehkan pelamar dengan batas usia maksimal 40 tahun. Ini tertuang dalam ketentuan umum pengadaan PNS. Secara umum batas usia paling rendah 18 tahun dan paling tinggi 35 tahun. Namun ada jabatan CPNS yang dapat dilamar dengan batas usia paling tinggi 40 tahun saat pelamaran.

Kelonggaran syarat usia ini diperuntukkan bagi profesi dokter dan dokter gigi dengan kualifikasi pendidikan Dokter Spesialis dan Dokter Gigi Spesialis. Selain itu, batas usia maksimal 40 tahun ini juga diberlakukan untuk formasi dokter pendidik klinis. Selanjutnya untuk dosen, peneliti, serta perekayasa dengan kualifikasi pendidikan Strata 3 atau Doktor.

Di luar ketentuan khusus usia maksimal ini, peserta yang ingin melamar untuk sejumlah jabatan tersebut tetap harus memenuhi syarat umum lainnya. Mulai dari tidak pernah dipidana lebih dari 2 tahun, tidak tercatat sebagai anggota dan tidak pernah diberhentikan dari instansi pemerintahan, TNI, Polri, hingga pegawai.

Pelamar juga tidak pernah tercatat sebagai anggota partai politik praktis, sehat jasmani dan rohani, serta bersedia ditempatkan di seluruh wilayah NKRI. Pelamar untuk jabatan tenaga kesehatan yang mensyaratkan Surat Tanda Registrasi, harus melampirkan surat yang masih berlaku pada saat pelamaran.

Para pelamar juga harus tahu bahwa pada saat testing nati, Pemerintah memasukkan materi tentang penguatan antiradikalisme dalam seleksi CPNS tahun 2021. Materi tersebut diselipkan dalam Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) yang diikuti para peserta tes CPNS.

Testing berlangsung dalam masa pendemi ini akan dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. “ BKN akan tetap menerapkan prosedur pelaksanaan ujian sesuai protokol kesehatan dalam rekrutmen ASN tahun 2021,” kata Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana.

Namun demikian, Pemerintah memberi banyak kemudahan kepada pelamar atau peserta tes. Misalnya, penitia menyediakan sarana khusus bagi peserta positif Covid-19 sehingga tetap dapat berkesempatan mengikuti seleksi. Kemudian, ini masih dibahas, penitia kemungkinan juga menghadirkan live score peserta melalui Youtube BKN agar hasil ujian dapat dipantau dari mana saja. Tujuannya agar tidak ada kerumunan saat peserta melihat score-nya.

Sejauh ini, kita belum mendapat kabar pasti apakah tes kali ini dilaksanakan secara online atau offline. Makanya, yang dibutuhkan sekarang adalah pemerintah melalui Panselnas sebaiknya secepatnya memutuskan satu di antara dua opsi itu agar masalah seleksi CPNS segera terselesaikan. Juga, agar kekhawatiran terjadi kerumunan peserta saat tes bisa diantisipasi secara cermat sejak sekarang sehingga tak ada protkes yang terlanggar.

Karena tes ini dilaksanakan pada masa pandemi, para peserta sebaiknya menyiapkan diri secara matang dengan mengantisipasi semua hal. Bagi yang belum vaksinasi, misalnya, sebaiknya bergegas ke tempat-tempat vaksinasi massal yang belakangan banyak dilaksanakan pemerintah. Sejauh ini memang belum disyarakatkan bahwa peserta wajib melampirkan sertifikat vaksinasi, tapi mana tahu nanti diminta. Toh, nggak ada ruginya, bahkan bermanfaat bagi kita untuk beraktivitas di tengah pendemi ini.

Kemudian “PR” besar pemerintah saat ini selain kekurangan formasi pegawai, soal mutu PNS juga bermasalah. Makanya, pemerintah juga harus menyiapkan langkah penting lainnya yakni bagaimana meng-upgrade kualitas para calon ASN kita nantinya sebelum mereka bekerja. Pemerintah perlu memikirkan pendidikan dan pelatihan ekstra untuk para CPNS ini nantinya. Sebab, berkaca pada hasil ujian SKD dua tahun lalu, maka sejujurnya, mayoritas ASN itu belum memenuhi standar kompetensi yang diharapkan. Nah?!

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved