Breaking News:

Italia vs Swiss, Pembuktian Insigne

SETELAH mencetak gol untuk Italia pada laga pembuka melawan Turki, Lorenzo Insigne ingin kembali mencetak gol pada pertandingan kedua penyisihan

Editor: bakri
FOR SERAMBINEWS.COM

SETELAH mencetak gol untuk Italia pada laga pembuka melawan Turki, Lorenzo Insigne ingin kembali mencetak gol pada pertandingan kedua penyisihan grup A Euro 2020 menghadapi Swiss. Duel itu digelar di Stadion Olimpico, Roma, pada Kamis (17/6/2021) dini hari WIB.

Setelah meraih poin penuh pada laga pembuka, Italia mengincar kemenangan kedua saat melawan Swiss. Italia menang 3-0 atas Turki pada pertandingan pertama. Lorenzo Insigne adalah salah satu pencetak gol dalam pertandingan tersebut. Nama Insigne makin disorot setelah kemenangan itu. Insigne menyampaikan niatnya untuk terus mencetak gol untuk Italia di Euro 2020.

Di bawah asuhan Roberto Mancini, kapten Napoli berusia 30 tahun itu akhirnya mendapat kesempatan untuk bersinar bersama skuat Azzuri. Dia diprediksi akan kembali bermain sebagai starter di tarung dini hari WIB nanti. Sebenarnya, Insigne sudah melakukan debut di timnas Italia sembilan tahun lalu. Tapi, dia baru sajak diberi kesempatan bermain sebagai starter. "Apakah sekarang saya merasa menjadi seorang pemimpin? Tidak, hanya usia saja yang lebih tua," kata Insigne dikutip AFP.

Empat tahun lalu, Insigne selalu ditolak untuk bisa jadi starter saat Italia dilatih Gian Piero Ventura.

Di bawah Cesare Prandelli pada 2012, Insigne sudah berada di timnas Italia. Meski demikian, dia tidak pernah dianggap sebagai pemain kunci. Selama Piala Dunia 2014, Insigne lebih berperan sebagai penonton saat tersingkir di fase grup. Begitu pula di Euro 2016, saat Italia dilatih Antonio Conte yang kalah adu penalti dari Jerman di perempat final.

Saat laga melawan Turki, pekan lalu, Insigne baru mendapat pertama kalinya sebagai starter di turnamen besar. Dia juga mendapat pengakuan dan tempat di skuat Italia di bawah Roberto Mancini.

“Insigne sangat penting bagi kami. Untuk peran menghubungkan berbagai hal. Dia pemain penting untuk permainan kami,” kata Mancini.

Tentu saja, Insigne siap membalas kepercayaan Mancini dengan penampilan terbaik yang bisa diberikan di lapangan. “Pelatih sudah membuat kami dalam kerangka berpikir yang benar untuk mengekspresikan diri kami sebaik mungkin dan bersenang-senang,” kata Insigne yang sudah bermain bersama Immobile dan Domenico Berardi pada laga melawan Turki.

Insigne harus bersaing dengan penyerang lain, termasuk Andrea Belotti dari Torino, striker Juventus, Federico Bernardeschi dan Federico Chiesa, serta pemain muda Sassuolo, Giacomo Raspadori. “Tak ada satu pun pemain yang dijamin mendapat tempat, siapa pun yang bermain tahu apa yang harus dilakukan, untuk menempatkan diri kami melayani satu sama lain,” demikian Insigne.

Italia, juara Eropa tahun 1968 menuju pertandingan melawan Swiss dengan 28 laga tak terkalahkan. Mereka sedang mencari kemenangan ke-10 berturut-turut dengan tidak kebobolan. Sementara Swiss, yang mencapai babak 16 besar pada 2016 pada laga perdana ditahan imbang 1-1 oleh Wales. Pada laga itu, striker Breel Embolo mencetak gol pembuka. Kekuatan Swiss ada pada lini tengah yang didukung oleh pemain-pemain seperti Remo Freuler (Atalanta), Granit Xhaka (Arsenal), dan Xherdan Shaqiri (Liverpool).

"Kami memiliki pertandingan yang bagus melawan Turki. Sangat penting untuk memulai dengan baik di Roma, dan saya pikir itu adalah kepuasan bagi semua orang yang bersama kami--penggemar dan semua wargaItalia. Itu adalah malam yang indah, jadi saya harap ada banyak pemain lain seperti itu. Jalan masih panjang; kami harus memainkan enam pertandingan lagi seperti ini (untuk memenangkan gelar), dimulai dengan laga yang satu ini melawan Swiss," kata Pelatih Italia, Roberto Mancini, pelatih Italia.

Pelatih Swiss, Vladimir Petkovi, merasa tidak terlalu kecewa dengan skor imbang timnya melawan Wales. “Kami tentu saja menciptakan banyak peluang (saat melawan Wales). Kami mungkin seharusnya menyelesaikan satu atau dua peluang. Ini mengecewakan, tapi kami tak terlalu kecewa dengan penampilan kami. Melawan Italia akan menjadi pertandingan yang sangat sulit, pertandingan yang berbeda," katanya. (tribun network/mba)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved