Breaking News:

Rapat Berlangsung Alot

RAPAT unsur pimpinan Dewan Pimpinan Aceh Partai Aceh (DPA PA) di Kantor DPA PA, Jalan Mohammad Hasan, Lueng Bata, Banda Aceh

Editor: bakri
Serambinews.com
Nurzahri berfoto bersama jajaran pengurus Dewan Pimpinan Aceh Partai Aceh (DPA PA), saat menerima surat keputusan penunjukkan dirinya sebagai Juru Bicara Partai Aceh dari Ketua Umum DPA PA, Muzakir Manaf alias Mualem, Sabtu (12/6/2021). handover Serambinews.com 

RAPAT unsur pimpinan Dewan Pimpinan Aceh Partai Aceh (DPA PA) di Kantor DPA PA, Jalan Mohammad Hasan, Lueng Bata, Banda Aceh, Selasa (15/6/2021), sempat berlangsung alot. Rapat yang dimulai pukul 14.00 WIB, baru berakhir pada pukul 21.00 WIB. Hadir seluruh anggota DPRA serta tim monitoring dan evaluasi yang diketuai oleh Muharuddin.

Informasi yang diperoleh Serambi, rapat itu memang bertujuan untuk mengevaluasi kinerja ketua dan seluruh anggota DPRA dari PA. Sebelumnya, kabar yang diperoleh Serambi, rapat bahkan sempat memanas, hingga memunculkan desakan agar dilakukan pergantian ketua DPRA dan para anggota dewan yang selama ini dinilai tidak becus.

Isu yang dibahas antara lain terkait macetnya komunikasi antara ketua dan anggota DPRA, serta soal gagalnya Pilkada 2022. “Desakan masalah ganto kon hanya untuk ketua, tapi untuk dewan-dewan yang tidak bekerja maksimal,” ungkap salah seorang di internal Partai Aceh.

Desakan pergantian itu, ungkap sumber tersebut, disuarakan berulang-ulang oleh para anggota dewan kepada Mualem dan Abu Razak. “Nyo Muallem dan Abu, meunyo na buet anggota dewan yang hana butoi neu evaluasi, nye peurlee neuganto.” “Meunyo Ketua DPRA hana butoi neu ganto ketua, meunyo ketua fraksi hana butoi, maka neuganto, meunan chit meunyo lon hana, butoi neuganto chit,” kata sumber itu mengutip pernyataan salah seorang peserta rapat.

Sumber tersebut juga mengungkapkan adanya perdebatan panas antara Ketua DPRA dan Komisi 1 DPRA terkait masalah surat Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dan masalah Qanun Pilkada. Terkait hal ini, Juru Bicara (Jubir) Partai Aceh, Nurzahri, kepada Serambi, seusai rapat, menjelaskan bahwa rapat tersebut memang sedikit alot. Hal itu terjadi karena rapat dimulai dari paparan kinerja masing-masing anggota dewan.

Permasalahannya, sambung Nurzahri, kinerja para anggota dewan itu terkait dengan jabatan yang mereka sandang. Misalnya, anggota biasa mengaku kinerja mereka tergantung pada perintah Ketua DPRA, Ketua Fraksi, dan Ketua Komisi. “Hal inilah yang menyebabkan suasana rapat menjadi sedikit alot. Tapi, tidak sepanas seperti dibayangkan,” ujar Nurzahri.

“Dan juga harus dipahami karakter anggota dewan dari PA yang sebagian merupakan mantan kombatan GAM, sehingga dalam berbicara agak sedikit antusias karena adrenalinnya berlebih,” tambah mantan anggota DPRA ini.

Di akhir acara, Nurzahri menyebutkan, suasana rapat menjadi cair karena semua peserta yang hadir merasa puas. “Mualem bahkan sempat bercanda dengan ketua DPRA dan beberapa anggota dewan lainnya,” tutup Nurzahri. (yos)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved