Breaking News:

Video

VIDEO - Pawai Hari Kemenangan, Israel Picu Ketegangan Baru Di Gaza

Aksi yang dijaga ketat ribuan personil militer Israel tersebut memicu protes warga Palestina. Mereka melakukan pembakaran ban untuk menghadang pawai.

Penulis: Yeni Hardika | Editor: Safriadi Syahbuddin

SERAMBINEWS.COM, YERUSALEM - Ratusan pemukim illegal Israel melakukan aksi pawai bendera yang memicu ketegangan baru dengan warga Palestina di Gerbang Dasmaskus, Selasa (15/6/2021) kemarin.

Mengutip harian Israel Yediot Ahronoth, pawai dimulai dari jalan HaNevi'im di Yerusalem Barat yang berakhir di salah satu gerbang Kota Tua Yerusalem Timur tersebut.

Dalam rombongan tersebut, terlihat anggota parlemen Itamar Ben-Gvir, seorang ekstremis sayap kanan dari Partai Religius Zionis.

Aksi yang dijaga ketat ribuan personil militer Israel tersebut memicu protes warga Palestina.

Mereka melakukan pembakaran ban untuk menghadang pawai.

Hal ini membuat polisi yang mengawal aksi kontroversial melakukan pembubaran secara paksa terhadap pendemo Palestina.

Empat anggota parlemen Arab di Israel, Ahmad Tibi, Ayman Odeh, Osama Saadi dan Sami Abu Shehada, yang tiba di lokasi mengkritik keputusan untuk mengizinkan pawai.

Baca juga: Retorika Anti-Arab Melonjak di Media Sosial, Selama Bentrokan Hamas-Israel

Baca juga: Menlu Baru Israel, Yair Lapid Bersumpah Mengakhiri Hubungan Bermusuhan di Luar Negeri

Baca juga: Pemerintahan Baru Israel Menghadapi Tantangan Berat, Kaum Nasionalis Berpawai di Jerusalem

Sementara itu, Mansour Abbas, seorang anggota parlemen Arab yang bergabung dengan pemerintah koalisi baru Israel, juga memperingatkan agar tidak memicu situasi dengan menyetujui pawai yang ia gambarkan sebagai "provokatif."

Setidaknya 33 warga Palestina terluka dalam bentrokan dengan polisi Israel, yang menembakkan peluru karet dan gas air mata, seperti disampaikan Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina.

Mereka juga menahan sejumlah warga Palestina saat bentrokan yang terjadi di luar Gerbang Damaskus di Kota Tua Yerusalem.

Menurut sejumlah sumber yang dikutip dari Anadolu Agency, pawai kontroversial tersebut merupakan peringatan peristiwa pendudukan Israel pada tahun 1967 dan rencananya akan berlangsung pada 10 Mei, bulan lalu.

Namun dibatalkan, akibat adanya ketegangan yang meningkat menjadi perang 11 hari antara Israel dan Hamas. (Anadolu Agency)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved