Selasa, 14 April 2026

Berita Banda Aceh

Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Aceh: Vaksin Sinovac Memperkecil Resiko Kematian

“Kajian cepat Kementerian Kesehatan menunjukkan tingkat efektifitas vaksin Sinovac menekan tingkat keparahan Covid-19 dan memperkecil resiko kematian

Penulis: Subur Dani | Editor: Nurul Hayati
For. Serambinews.com
Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Aceh, Saifullah Abdulgani atau SAG. 

“Kajian cepat Kementerian Kesehatan menunjukkan tingkat efektifitas vaksin Sinovac menekan tingkat keparahan Covid-19 dan memperkecil resiko kematian,” kata Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani atau SAG.

Laporan Subur Dani  | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani atau SAG mengatakan, vaksin sinovac diakui ampuh sebagai penangkal virus Corona.

Menurutnya, dua dosis vaksin Sinovac terbukti mujarab memperkecil resiko kematian akibat Covid-19.

“Kajian cepat Kementerian Kesehatan menunjukkan tingkat efektifitas vaksin Sinovac menekan tingkat keparahan Covid-19 dan memperkecil resiko kematian,” kata Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani atau SAG.

SAG mengatakan, temuan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian RI menunjukkan vaksinasi lengkap (dua dosis ) dengan vaksin Sinovac efektif menurunkan resiko perawatan dan kematian hingga 98 persen.

"Bila mendapat vaksinasi dosis I saja, tingkat efektifitasnya sekitar 33 persen," jelasnya.

Bila dilihat lebih rinci, lanjut SAG, vaksinasi Sinovac dosis lengkap dapat menurunkan risiko Covid-19 sekitar 94 persen, mencegah resiko perawatan sekitar 96 persen, dan mencegah resiko kematian hingga 98 persen.

Baca juga: Mukhsinudin, S.Ag, M.M Koordinator Forum Aceh Menulis (FAMe) Chapter Meulaboh Terima TFC Premium

Kajian cepat yang dilakukan pada 13 Januari sampai Maret 2021 itu, melibatkan lebih 128 ribu tenaga kesehatan usia di atas 18 tahun dan 60 persennya jenis kelamin perempuan usia sekitar 30 tahun.

"Meski penelitian tersebut hanya melibatkan tenaga kesehatan, namun menjadi informasi penting bagi pemerintah dan masyarakat," katanya.

Secara saintifik, lanjut SAG, hasil kajian ini merupakan khabar baik bagi masyarakat Aceh yang mendapatkan vaksin Sinovac dalam vaksinasi Covid-19 sejak 15 Januari 2021.

Vaksinasi Covid-19 di Aceh terus berlangsung dan masyarakat tampak antusias menerima vaksinasi Sinovac pada setiap digelar vaksinasi massal.

Berdasarkan data Komite Penanggulangan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) tanggal 16 Juni 2021, vaksinasi dosis I vaksin Sinovac bagi tenaga kesehatan (Nakes) sudah mencapai 49.715 orang, atau sekitar 88,0 persen dari sasaran Nakes sebanyak 56.470 orang. Nakes yang sudah tuntas dosis II sebanyak 43.654 orang, atau sekitar 77,3 persen.

Sementara itu, petugas publik yang telah disuntik dosis I sebanyak 195.264 orang, atau 40,8 persen  dari sasaran total sebanyak 478.489 orang, dan yang telah mendapat suntikan dosis II sebanyak 60.794 orang.

Sedangkan para usia lanjut (Lansia) yang telah mendapatkan dosis I sebanyak 6.763 orang. atau sekitar 1,6 persen dari 435.651 orang, dan Lansia yang telah mendapatkan vaksinasi lengkap dua dosis sebanyak 2.255 orang, atau sekitar 0,5 persen. (*)

Baca juga: Propam Polres Lhokseumawe Razia Personel di Sejumlah Kafe, Ini Tujuannya

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved