Breaking News:

Klarifikasi FIFGROUP Pamanukan: Debt Collector Tewas, FIF Tak Pernah Tugaskan Penarikan Sepeda Motor

Terkait peristiwa tersebut, perusahaan pembiayaan sepeda motor FIFGROUP memberikan klarifikasi.

Penulis: Faisal Zamzami | Editor: Faisal Zamzami
For Serambinews.com
Seorang driver ojek online (Gojek) menandatangani pengajuan relaksasi kredit di cabang FIFGROUP Jakarta dalam protokol kesehatan Covid-19. Sejak awal April 2020 hingga 18 Mei 2020, FIFGROUP telah menyetujui relaksasi senilai Rp 6,7 triliun yang dilakukan untuk 683.000 nasabah, tersebar di seluruh provinsi di Indonesia. 

SERAMBINEWS.COM - Seorang debt collector yang menarik motor nunggak dihajar massa hingga tewas.

Peristiwa ini terjadi di Sagalaherang Kabupaten Subang, Jawa Barat, pada hari Jumat (4/6/2021).

Debt Collector tersebut meninggal saat menarik sepeda motor yang diduga menunggak selama setahun.

Terkait peristiwa tersebut, perusahaan pembiayaan sepeda motor FIFGROUP memberikan klarifikasi.

Pemberitaan itu dimuat Serambinews.com pada hari Selasa, tanggal 8 Juni 2021 dengan topik: "Debt Collector Tewas Ditabrak dan Dikeroyok Massa, Diteriaki Begal Usai Tarik Sepeda Motor Warga"

Berikut hak jawab atas pemberitaan yang dimuat pada media Serambinews.com grup dari Tribun Network:

1. Atas tewasnya debt collector dengan inisial DC seperti yang disebutkan pada sejumlah pemberitaan di media Serambinews.com dan Tribun Network pada hari Selasa dan Rabu, tanggal 8 Juni 2021 dengan topik : "Debt Collector Tewas Ditabrak dan Dikeroyok Massa, Diteriaki Begal Usai Tarik Sepeda Motor Warga" , FIFGROUP menyampaikan turut berduka cita dan menyampaikan bela sungkawa khususnya kepada keluarga yang ditinggalkan.

2. Berita ini dimuat tanpa adanya konfirmasi sebelumnya kepada pihak kami baik karyawan maupun manajemen Cabang FIFGROUP Pamanukan, sehingga reputasi perusahaan kami dirugikan atas adanya pemberitaan tersebut.

3. Adapun, terkait dengan pemberitaan yang menyatakan bahwa penarikan unit atau penagihan dilakukan berdasarkan perintah atau penugasan dari Cabang FIFGROUP Pamanukan itu tidak benar.

Cabang FIFGROUP Pamanukan telah melakukan investigasi -terhadap kontrak tersebut dan tidak mendapati adanya perintah penugasan penarikan unit atas kontrak tersebut baik berupa Surat Tugas ataupun Surat Kuasa kepada karyawan maupun mitra yang bekerja sama dengan Cabang FIFGROUP Pamanukan.

4. Bersamaan dengan ini, Kepala Cabang FIFGROUP Pamanukan, Ruben Adrianus, menghimbau kepada seluruh masyarakat khususnya pelanggan FIFGROUP, untuk selalu waspada serta memastikan kebenaran identitas dan Surat Tugas atau Surat Kuasa terhadap siapapun yang ingin melakukan penarikan unit dengan mengatasnamakan FIFGROUP.

Cabang FIFGROUP Pamanukan selalu menjalankan prosedur sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

5. Selain itu, Ruben juga menyampaikan kepada seluruh pelanggan FIFGROUP untuk melakukan kewajibannya sesuai dengan yang ada di dalam perjanjian yang telah disepakati.

Apabila terdapat kendala dalam melakukan kewajibannya segera berkoordinasi kepada pihak cabang untuk mendapatkan jalan terbaik bagi kedua belah pihak.

Demikian hak jawab ini kami sampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih.
 

Baca juga: VIDEO Coca-Cola Rugi Rp 57 Triliun Gara-gara Ronaldo Geser Dua Botol Minuman Tersebut

Baca juga: Pencairan Bansos Tunai Rp 300 Ribu Bulan Juni 2021, Klik cekbansos.kemensos.go.id untuk Cek Penerima

Baca juga: VIDEO Sergio Ramos Resmi Tinggalkan Real Madrid, Sudah Mengabdi Selama Hampir 16 Tahun

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved