Breaking News:

Berita Bener Meriah

Petani Kopi Gayo Bener Meriah Kembangkan Usaha Kreatif Madu Kopi

Kendala utama dalam pengembangan madu kopi ini adalah gangguan beruang madu yang mengambil hasil panenan madu petani.

Penulis: Fikar W Eda | Editor: Taufik Hidayat
hand over dokumen pribadi
Bang Enal (kiri) petani kopi yang mengembang usaha madu kopi di kebun kopi, bersama Kadis Pariwisata Bener Meriah Irmansyah. 

Laporan Fikar W Eda | Bener Meriah

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Petani Kopi Gayo di Bener Meriah membuat terobosan kreatif dengan mengembangkan madu kopi. Sampai saat ini ada 30 petani di Kampung Panji Mulia Bener Meriah yang mengembangkan usaha madu kopi.

Salah seorang petani, Radinal Sagita (49 tahun) mengaku sudah mengembangkan usaha madu kopi sejak dua tahun terakhir.

"Alhamdulillah, hasilnya luar biasa. Tapi kendala utama adalah gangguan beruang madu yang mengambil hasil panenan madu petani. Beruang atau dalam bahasa Gayo disebut  telkah, adalah pengganggu utama. Banyak hasil panen, disikat sama telkah ini," ujar Radinal yang akrab di panggil Bang Enal di Bener Meriah,Rabu (16/6/2021).

Ia sedang mencari cara sehingga madu-madu aman dari gangguang beruang atau telkah madu.

Ia mengatakan, potensi madu kopi luar biasa di Tanah Gayo, sebab daerah ini memiliki ratusan hektar kebun kopi.

Dalam kebun kopi bisa dikembangkan  usaha madu lebah dengan menyiapkan kota-kota lebah.

"Koloni lebah ini mengambil sumber makanan dari bunga kopi dan bunga bunga tanaman pelindung kopi seperti "Pete beltek" atau "Kaliandra".

Baca juga: VIDEO Aksi Kocak Bang Joni saat Melihat Budidaya Tiram Milik Tgk Jamaica di Uleelheu Banda Aceh

Baca juga: ISBI Aceh Terima 34 CPNS Tahun 2021, Profesi Dosen Lowongan Terbanyak, Ini Formasi Lengkapnya

Baca juga: CIC Laporkan Erli Hasim ke Bareskrim, Dituding Punya Harta Rp 175 M, Jubir: Itu Tuduhan Menyesatkan

Baca juga: Video Syur Anak Polisi Tersebar, Ternyata Ulah Mantan Pacar, Pelaku Cemburu Korban Punya Pacar Baru

"Lebah penghasil madu tergantung bunga. Kalau bunga banyak. Satu hektar bisa menghasilkan untuk  10 koloni lebah. Sumber makanan dekat dan terjangkau,  bisa tiga kali empat kali panen. Sekali panen menghasilkan 20 Kg per bulan. Sangat potensial," ujar Bang Enal.

Ia mengatakan pengembangan usaha kreatif madu kopi sangat membutuhkan dukungan banyak pihak, terutama pemerintah melalui instansi kehutanan dan pertanian. 

"Jadi nanti, selain menikmati kopi Gayo, juga bisa menikmati manisnya madu kopi yang pasti sangat khas, sebab bersumber dari bunga kopi. Potensi ekonomi sangat besar, kami sudah melakukannya pelan-pelan," ujar Bang Enal.

Kepala Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif Bener Meriah, Irmansyah menaruh perhatian besar mengembangkan usaha kreatif madu kopi. "Kami dari pariwisata siap mengambil peran dalam bidang pariwisata ekonomi kreatif.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved