Breaking News:

Berita Lhokseumawe

Polisi Tangkap Tujuh Terduga Pelaku Pungli di Pasar Inpres Lhokseumawe, Ini Barang Bukti Diamankan

Hal tersebut dibuktikan dengan penangkapan yang dilakukan personel Polres Lhokseumawe, Senin (14/6/2021) terhadap tujuh terduga pelaku pungli

Penulis: Subur Dani | Editor: Mursal Ismail
For Serambinews.com
Barang bukti hasil sitaan personel Polres Kota Lhokseumawe setelah mengamankan tujuh terduga pelaku pungutan liar 

Hal tersebut dibuktikan dengan penangkapan yang dilakukan personel Polres Lhokseumawe, Senin (14/6/2021) terhadap tujuh terduga pelaku pungli (pungutan liar) di Pasar Inpres Lhokseumawe. 

Laporan Subur Dani  | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Kepolisian Daerah (Polda) Aceh berkomitmen untuk melakukan pemberantasan segala bentuk premanisme di wilayah hukumnya.

Hal tersebut dibuktikan dengan penangkapan yang dilakukan personel Polres Lhokseumawe, Senin (14/6/2021) terhadap tujuh terduga pelaku pungli (pungutan liar) di Pasar Inpres Lhokseumawe. 

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Winardy, MSi, menyampaikan hal ini kepada Serambinews.com, Kamis (17/6/2021). 

Didampingi Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto, MH, Kabid Humas menyebutkan ketujuh orang yang diamankan tersebut diduga melakukan praktik premanisme dalam bentuk Pungli bongkar muat truk di Pasar Inpres, Banda Sakti, Kota Lhokseumawe.

Winardy mengatakan, penindakan yang dilakukan personel Polres Lhokseumawe tersebut merupakan bukti komitmen Polda Aceh dalam melakukan pemberantasan terhadap praktik premanisme.

"Ada tujuh yang diamankan, yaitu FD (41), SF (25), MH (35), RB (41), RA (39), MHS (57), dan SR (56). Penangkapan itu juga salah satu bentuk kita terhadap pemberantasan premanisme," kata Kombes Pol Winardy. 

Selain terduga pelaku, lanjutnya, personel Polres Lhokseumawe juga mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan praktik premanisme di pasar Inpres.

Barang bukti tersebut, terangnya lagi, berupa uang, kuitansi berbagai persatuan/organisasi, stempel, pulpen, Hp, buku ekspedisi, dan administrasi lainnya yang berkaitan.

"Saat ini terduga pelaku beserta barang bukti sudah diamankan di Polres Lhokseume dan akan dikenakan Pasal 368 Jo Pasal 55 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama 9 tahun," tutup Winardy. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved