Breaking News:

Berita Aceh Selatan

Serahkan Dua Rumah Dhuafa di Aceh Selatan, Tu Sop: Masyarakat Aceh Itu Seperti Kayu Gaharu

Satu buah rumah dhuafa ini diserahkan kepada keluarga muallaf yang berasal dari Sumatra utara yang saat ini menetap di Gampong Kuta Trieng.

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Zaenal
FOR SERAMBINEWS.COM
Imam Besar Barisan Muda Ummat (BMU) Tgk. H. Muhammad Yusuf A. Wahab atau yang akrab disapa Tu Sop Jeunieb menyerahkan dua rumah bantuan dhuafa di Desa Kuta Trieng Kec. Labuhan Haji Barat Aceh Selatan, Selasa (16/6/2021). Dua rumah dhuafa ini diserahkan kepada dua orang dhuafa yaitu rumah BMU 063 dan 064. 

SERAMBINEWS.COM, ACEH SELATAN - Imam Besar Barisan Muda Ummat (BMU) Tgk. H. Muhammad Yusuf A Wahab atau yang akrab disapa Tu Sop Jeunieb menyerahkan dua rumah bantuan dhuafa di Desa Kuta Trieng Kec. Labuhan Haji Barat Aceh Selatan, Selasa (16/6/2021).

Dua rumah dhuafa ini diserahkan kepada dua orang dhuafa yaitu rumah BMU 063 yang diterima oleh Soriyanu Buulolo dengan istri dan 4 anaknya.

Yang bersangkutan ini adalah muallaf asal Sumatra utara yang saat ini menetap di Gampong Kuta Trieng.

Sementara Rumah BMU 064 diterima oleh warga setempat atas nama Zulfahmi dan keluarga.

Hadir dalam penyerahan rumah bantuan ini yaitu Camat Labuhan Haji Barat, Abi Hidayat Muhibuddin Waly, unsur Danramil dan para tokoh masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Tu Sop yang juga Ketua Umum Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA) ini menyampaikan bahwa rumah bantuan yang dibangun BMU ini berasal dari donasi 400 orang donator yang menyumbang semampunya.

Baca juga: Marzuki Hamid Serahkan Bantuan Komputer ke Dayah Futuhul Mu’arif Aziziyah Furu’ Tsani Langsa

Tu Sop juga mengatakan bahwa BMU ini substansinya bukan sekedar membangun rumah, tapi bagaimana membangun kembali peradaban Islam yang telah berhasil dibangun oleh Rasulullah Saw dan para sahabatnya lewat budaya infaq, sedekah, zakat di masa silam.

Lebih lanjut, Tu Sop mengatakan bahwa inti dari Islam itu adalah sebagaimana sabda Rasulullah Saw, “La yu’minu ahadukum hatta yuhibba li akhihi ma yuhibba linafsihi”, artinya belum sempurna iman seorang di antara kamu sebelum ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.

“Dalam hal ini, yang membahagikan kita bukan karena sekedar terbangunnya rumah, akan tetapi tertata dan terbangunnya kembali peradaban sosial dan tatanan sosial saling peduli. Ini yang paling penting," ujar Tu Sop.

Tu Sop menegaskan bahwa ia bukanlah pemilik rumah ini.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved