Breaking News:

Beratnya Kompetisi di Tengah Pandemi, Aturan Ketat dari Vaksinasi hingga Tes Swab

Izin ini dikeluarkan Polri menyusul Rapat Kordinasi yang sudah digelar bersama PSSI, PT Liga Indonesia Baru (LIB), Satgas COVID-19, Kemenkes

Editor: bakri
Beratnya Kompetisi di Tengah Pandemi, Aturan Ketat dari Vaksinasi hingga Tes Swab
FOR SERAMBINEWS.COM
Juara Liga 3 PSSI Aceh tahun 2019, Persidi Idi ketika bertanding di Langsa.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo resmi mengeluarkan izin kompetisi Liga 1. Kompetisi kasta tertinggi itu akan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Izin ini dikeluarkan Polri menyusul Rapat Kordinasi yang sudah digelar bersama PSSI, PT Liga Indonesia Baru (LIB), Satgas COVID-19, Kemenkes, hingga BNPB pada pekan lalu.

“Kami memutuskan dengan beberapa catatan bahwa keselamatan manusia adalah hukum tertinggi maka kami memutuskan memberi izin keramaian dengan tetap protokol kesehatan. Pelanggaran prokes berpengaruh jalannya liga,” kata Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo di Mabes Polri, Senin (31/5/2021).

Menyusul izin itu, PSSI dan PT Liga sudah menjadwal Kompetisi Liga 1 akan digelar dengan format 6 seri di Pulau Jawa. Guliran ini akan dimulai 10 Juli 2021 mendatang. Sementara Liga 2 menyusul dua pekan kemudian. Sedangkan Liga 3 tingkat provinsi dimulai sejak Juli hingga Oktober mendatang.

Izin resmi dari Kapolri tentu disambut gembira oleh pelaku sepakbola di Tanah Air. Bukan rahasia lagi, selama setahun lebih, tak ada tontonan di Indonesia sejak kompetisi dihentikan pada Maret 2020 karena pandemi Covid-19.

Geliat sepakbola Indonesia dimulai ketika turnamen pra musim Piala Menpora diberikan izin. Klub Liga 1 kecuali Persipura Jayapura ambil bagian. Hanya saja, turnamen itu hanya dipusatkan di Pulau Jawa saja. Keputusan tersebut semata-mata untuk menghindari mobilitas klub.

Lalu, bagaiman aturan kompetisi 2021 kali ini? Seperti klub di Liga 1, Liga 2, dan Liga 3 harus mengikuti protokol kesehatan (protkes) secara ketat. Hal itu belajar dari pengalaman klub Liga 1 saat main di Piala Menpora 2021.

“Awalnya, kami disuntik vaksin. Kami pikir itu udah selesai. Ternyata, setiap kali mau bertanding, kami harus kembali diswab tes oleh tim medis. Karena kita main tiga kali, jadi harus tiga kali diswab,” ungkap seorang pemain Persiraja.

Sepertinya, protkes untuk Liga 1, 2 dan 3 akan diterapkan oleh PSSI. Induk sepakbola Tanah Air tak mau mengambil risiko. Boleh jadi, klub-klub Liga 3 harus siap-siap untuk menjalaninya. Bukan hanya sebatas mempersiapkan tim dan kontrak pemain. Tapi mulai sekarang untuk memikirkan bagaimana vaksinasi atau tes swab terhadap pemain.

Tanpa protkes ketat seperti vaksinasi dan tes swab, maka izin dari kepolisian daerah, Satgas Covid-19, dan Pemkab/Pemko akan kesulitan. Bisa-bisa, pihak kepolisian dan Satgas Covid-19 menolak untuk mengeluarkan izin keramaian.

Karenanya, klub Liga 3 butuh dana besar untuk mengikuti kompetisi kali ini. Selain mengontrak pemain serta pelatih, plus persiapan tim, maka klub harus siap-siap menyiapkan biaya untuk mengikuti protokol kesehatan secara ketat. Begitulah kondisinya. Memang berat mengikuti kompetisi di tengah pandemi Covid-19 saat ini.(ran)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved