Breaking News:

Internasional

Jordania Berpacu Selamatkan Ikan Kecil Seperti Cupang, Pemanasan Global Jadi Ancaman

Pemerintah Jordania berpacu dengan waktu untuk menyelamatkan ikan kecil langka dari kepunahan.

Editor: M Nur Pakar
AFP
Ikan kecil yang dipelihara seperti di dalam toples terancam punah di Jordania 

SERAMBINEWS.COM, AMMAN - Pemerintah Jordania berpacu dengan waktu untuk menyelamatkan ikan kecil langka dari kepunahan.

Ikan dengan ukuran antara empat sampai 6 sentimeter, jika di Indonesia disebut ikan cupang atau ikan laga.

Biasanya ditemukan di aliran parit atau sungai kecil, termasuk sawah dan juga pertambakan.

Tetapi, di Jordania, seiring turunnya permukaan air Sungai yang sebagian dipicu oleh pemanasan global yang mengancam akan mengeringkan habitat terakhirnya, seperti dilansir AFP, Jumat (18/6/2021).

The Dead Sea toothcarp dengan nama ilmiah Aphanius dispar richardsoni telah berada di daftar merah Persatuan Internasional untuk Alam sejak 2014.

IUCN memperingatkan eksploitasi mata air dan perubahan iklim" menjadi ancaman utama yang dihadapi oleh empat ikan berwarna perak dengan panjang 4 cm.

“Ikan ini terancam punah di tingkat global. Ini endemik di sini dan tidak ada di tempat lain,” kata Ibrahim Mahasneh, pengelola rumah terakhir ikan itu, Cagar Alam FIFA, Jumat (18/6/2021).

Baca juga: Mantan Kepala Pengadilan Kerajaan Jordania Didakwa Atas Kasus Hasutan Pangeran Hamzah

Terletak sekitar 140 kilometer baratdaya Amman di Jordan Rift Valley dan 60 kilometer selatan Laut Mati, daerah tersebut merupakan cadangan basah terendah di Bumi.

Didirikan pada tahun 2011, cagar alam ini terdiri dari sekitar 20 kilometer persegi.

Terletak sekitar 426 meter di bawah permukaan laut dan dikelola oleh badan independen, Royal Society for the Conservation of Nature (RSCN).

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved