Breaking News:

Kisah Benny Moerdani Tolak Dinikahkan dengan Putri Presiden Soekarno, Pilih Nikahi Pramugari Garuda

Pada saat itu Bung Karno mempunyai tiga anak perempuan yaitu Megawati Soekarnoputri, Rachmawati, dan Sukmawati.

Editor: Faisal Zamzami
Kolase Tribun Jabar
Benny Moerdani 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - TIDAK banyak prajurit ABRI (kemudian bernama TNI) yang mendapatkan Bintang Sakti, sebuah penghargaan yang diberikan pemerintah Presiden Soekarno terkait operasi militer pembebasan Irian Barat (Papua).

Satu di antara penerima Bintang Sakti tersebut adalah Mayor LB Moerdani, seorang prajurit Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD).

Pasukan elite tersebut dikemudian hari berganti nama menjadi Komando Pasukan Khusus (Kopassus).

Penerima Bintang Sakti harus memenuhi beberapa syarat, di antaranya menujukkan dedikasi tinggi, melebihi panggilan tugas.

Selain itu juga harus tidak pernah tertangkap pasukan musuh dan tidak pernah menyerah dalam pertempuran.

Pada suatu waktu, Benny Moerdani (panggilan akrab LB Moerdani, terakhir berpangkat Jenderal TNI dan menjabat Menteri Pertahanan dan Keamanan Kabinet Pembangunan IV), dipanggil Presiden Soekarno ke Istana, Jakarta.

Pada saat itu Benny Moerdani baru saja mendamaikan keributan fisik antara prajurit Marinir TNI AL (saat itu bernama Korps Komando Operasi/KKO Angkatan Laut) dengan prajurit RPKAD.

Dalam obrolan di beranda belakang Istana, Presiden Soekarno (Bung Karno), meminta Benny menjadi prajurit Tjakrabirawa , pasukan pengawal presiden yang  dikemudian hari bernama Pasukan Pengamanan Presiden (Paspamres).

Tentu saja Benny terkejut mendengar permintaan tersebut.

“Bapak Presiden, saya ingin jadi tentara betulan,” kata Benny menolak halus keinginan Bung Karno.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved