Breaking News:

Camat Imbau Perangkat Gampong untuk Divaksin

Perangkat gampong seperti keuchik, sekdes, kadus, tuha peut, kaur, bendahara dan imam meunasah di Kecamatan Pidie diimbau untuk mengikuti

Editor: bakri
SERAMBINEWS.COM/ MUHAMMAD NAZAR
Warga melakukan vaksin masaal di Puskesmas Pidie, Kamis (17/6/2021). 

SIGLI -  Perangkat gampong seperti keuchik, sekdes, kadus, tuha peut, kaur, bendahara dan imam meunasah di Kecamatan Pidie diimbau untuk mengikuti vaksinasi massal. Vaksinasi massal yang kini ditangani 26 puskesmas akan berakhir 30 Juni 2021 mendatang.

Camat Pidie, Zulkarnaini SSos kepada Serambi, Jumat (18/6/2021) mengungkapkan, dirinya mengimbau kepada seluruh perangkat gampong di Kecamatan Pidie agar segera melakukan vaksinasi massal secara gratis.

" Kita imbau perangkat gampong harus menjadi garda terdepan dalam suntik vaksin. Ada perangkat gampong di Kecamatan Pidie telah selesai divaksin, tapi kalau jumlahnya saya tidak mengetahuinya," sebut Zulkarnaini.

Menurutnya, saat ini warga Kecamatan Pidie semakin antusias datang ke puskesmas untuk melakukan vaksinasi massal. Sehingga Muspika Pidie hampir tiap hari memantaunya. Mereka juga melakukan sosialisasi vaksinasi tiap hari menggunakan mobil keliling dengan turun ke gampong dengan melibatkan muspika. " Jumlah gampong di Kecamatan berjumlah 64 gampong, dengan jumlah penduduk mencapai 45.000 jiwa," kata Zulkarnain.

Kepala Puskesmas Pidie, dr Susi Yanti Eka Sartika kepada Serambi, mengatakan, pelaksanaan vaksinasi massal di Puskesmas Pidie telah berjalan mulai 10 hingga 16 Juni 2021. "Animo warga Kecamatan Pidie semakin meningkat. Hari pertama vaksin, hanya 16 orang per hari, kini menjadi 30 orang per hari," jelas dr Susi

Ia menjelaskan, awalnya warga yang datang ke puskesmas hanya empat orang. Padahal, sasaran suntik 40 orang, tapi yang datang justru tidak sesuai dengan target. Sehingga vaksin yang tidak terpakai dikembalikan ke gudang farmasi Dinas Kesehatan Pidie.

Akibatnya, petugas membuat surat titipan, bahwa vaksin itu disimpan sementara. " Kita menyimpan vaksin yang tidak terpakai ke gudang farmasi Dinkes mengingat Puskesmas Pidie belum miliki alat pendingin standar vaksin," jelasnya.

Ia menambahkan, warga tidak boleh disuntik juga ada lantaran tensi darah tinggi mencapai 180. Sehingga warga dianjurkan pulang dengan meminum obat untuk menurunkan tensi. "Memang ada warga tak boleh divaksin, tapi jumlahnya sedikit. Bila tensi sudah turun, warga tersebut akhirnya disuntik,” tutup dr Susi Yanti Eka Sartika.(naz)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved