Breaking News:

Cuti ASN Ditiadakan, Cuti Bersama Natal Dihapus

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Tjahjo Kumolo mengatakan untuk sementara para ASN tidak dapat

Editor: bakri
KOMPAS.COM
Menpan RB Tjahjo Kumolo 

* Libur Maulid dan Tahun Baru Islam Digeser

JAKARTA - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Tjahjo Kumolo mengatakan untuk sementara para ASN tidak dapat mengambil cuti perseorangan. Menurut Tjahjo, langkah ini diambil demi keselamatan bersama di masa pandemi Covid-19 ini.

"ASN itu sesuai ketentuan itu mempunyai hak cuti perorangan, tetapi kami putuskan bahwa demi kemaslahatan, dalam konteks pandemi Covid-19 ini bahwa hak cuti ASN itu untuk sementara ditiadakan," ujar Tjahjo dalam konferensi pers virtual, Jumat (18/6/2021).

Tjahjo menjelaskan pengambilan cuti bersama dilarang ketika berdekatan dengan libur akhir pekan dan libur hari raya keagamaan. ASN, kata Tjahjo, diperbolehkan hanya mengambil libur saat hari raya saja. "Pengertian ditiadakan jangan sampai Sabtu libur, Minggu libur, hari besar keagamaan libur, terus nanti semua ASN minta cutinya hari Senin. Nah ini dilarang. Cuti hari raya itu saja," jelas Tjahjo.

Digeser dan dihapus

Selain meniadakan sementara hak cuti bagi ASN, pemerintah juga memutuskan menggeser waktu libur hari raya keagamaan pada tahun 2021. Keputusan ini disepakati dalam rapat tingkat menteri yang dipimpin oleh Menko PMK Muhadjir Effendy di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Jumat (18/6/2021). "Pemerintah memutuskan untuk mengubah dua hari libur nasional dan meniadakan satu hari libur cuti bersama," ucap Muhadjir.

Pemerintah menggeser libur Tahun Baru Islam yang jatuh pada Selasa 10 Agustus 2021 menjadi hari Rabu 11 Agustus 2021. Selain itu, pemerintah juga menggeser libur Maulid Nabi Muhammad SAW yang sedianya hari Selasa tanggal 19 Oktober 2021 menjadi hari Rabu tanggal 20 Oktober 2021.

Sementara libur cuti bersama Hari Natal 2021 pada tanggal 24 Desember 2021 dihapus. Menurut Muhadjir, langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi akibat dari tingginya penularan Covid-19. "Sesuai arahan bapak presiden untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terkait masalah merebaknya penularan dan penyebaran wabah Covid-19 yang sampai sekarang masih belum bisa dituntaskan secara baik. Maksud saya secara tuntas," ujar Muhadjir kemarin.

Muhadjir mengatakan Presiden Joko Widodo telah memberikan arahan agar libur dan cuti bersama ditinjau ulang. "Bapak Presiden memberikan arahan agar ada peninjauan ulang terhadap masalah libur dan cuti bersama yang selama ini susah tercantum di SKB antara KemenPAN-RB, Kemenaker dan Kemenag," ungkap Muhadjir.

Ketua PP Muhammadiyah Dadang Kahmad mendukung keputusan pemerintah tersebut karena demi keamanan masyarakat di masa pandemi Covid-19 ini. "Bagus untuk keamanan tidak apa, karena tidak menyangkut ibadah mahdhoh," ujar Dadang, kemarin.

Dadang mengatakan langkah pemerintah menggeser dua hari keagamaan Islam tersebut tidak bersalah. Selama yang digeser bukan dua hari raya umat Islam, Idul Fitri dan Idul Adha. "Tidak masalah asal bukan Hari Raya Idul Fitri dan Hari Raya Idul Adha," ucap Dadang. (Tribun Network/Fahdi Fahlevi/sam)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved