Breaking News:

Kepatuhan Aceh soal Protkes di Bawah Nasional

Hasil monitoring Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nasional menunjukkan tingkat kepatuhan Protokol Kesehatan (Protkes)

Editor: hasyim
SERAMBINEWS.COM/SYAMSUL AZMAN
Vaksinasi Massal dilakukan oleh Satgas Penanganan Covid-19 Aceh, mulai dari tanggal 3 sampai dengan 12 Juni 2021. 

BANDA ACEH - Hasil monitoring Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nasional menunjukkan tingkat kepatuhan Protokol Kesehatan (Protkes) di Aceh di bawah rata-rata nasional. Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Aceh, Saifullah Abdulgani, Sabtu (19/6/2021) malam, berdasarkan data monitoring kepatuhan Protkes selama periode 7 Juni 13 Juni 2021.

“Perilaku Protkes tersebut diamati dari tingkat kepatuhan memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan,” tuturnya.

Juru Bicara yang akrab disapa SAG itu menjelaskan, personel TNI, Polri, dan Duta Perubahan Perilaku, memantau pemakaian masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan di pasar, area wisata, jalan umum, permukiman, kedai/restoran (kafe/warkop), kantor, mall, terminal, dan sekolah, atau titik-titik rawan kerumunan lainnya.

Hasil pemantauan berupa laporan beserta foto dikirim secara real-time dari lokasi pemantauan dengan aplikasi yang terkoneksi dengan sistem Bersatu Lawan Covid-19 (BLC) satu data Covid-19 Nasional. Data-data laporan dievaluasi dan dianalisis secara mingguan di Bidang Data dan IT Satgas Penanganan Covid-19 Nasional.

Hasil analisis data monitoring periode 7 Juni-13 Juni 2021 menunjukkan tingkat kepatuhan memakai masker secara nasional sekitar 89,37 persen, dan kepatuhan menjaga jarak dan menghindari kerumunan sekitar 88,01 persen. Tingkat kepatuhan memakai masker di Aceh sekitar 84,07 persen, kepatuhan menjaga jarak dan menghindari kerumunan sekitar 89,40 persen, urai SAG.

Dikatakan, selain secara kuantitatif persentasenya masih di bawah rata-rata nasional, di tingkat regional Sumatera, Aceh menempati urutan ketujuh kepatuhan memakai masker, dan urutan kelima dari sisi kepatuhan menjaga jarak dan menghindari kerumunan untuk memutuskan penularan virus corona.

Tingkat kepatuhan memakai masker menurut provinsi di Sumatera secara berturut-turut dari yang tertinggi hingga yang terendah, yakni Jambi (95,69 persen), Sumatera Utara (93,28 persen), Sumatera Barat (92,68 persen), Kepulauan Riau (89,51 persen), Lampung (86,71 persen), Sumatera Selatan (86,58 persen), Aceh (84,07 persen), Riau (82,78 persen), Bengkulu (42,86 persen), dan Bangka Belitung (39,47 persen).

Sedangkan tingkat kepatuhan menjaga jarak dan menghindari kerumunan secara berturut-turut yakni Lampung (96,06 persen), Sumatera Utara (94,44 persen), Sumatera Barat (93,22 persen), Kepulauan Riau (91,94 persen), Aceh (89,04 persen), Jambi (85,43 persen), Sumatera Selatan (84,36 persen), Bangka Belitung (71,05 persen), Bengkulu (52,38 persen), dan Riau (47,72 persen), rinci SAG.

Kemudian ia mengatakan, melihat data-data persentase di atas menunjukkan perilaku masyarakat di Pulau Sumatera tidak singkron antara kepatuhan memakai masker dengan kepatuhan menjaga jarak dan menghindari kerumunan. Daerah yang patuh memakai masker tapi kedodoran dalam menjaga jarak dan menghindari kerumunan, begitu juga sebaliknya. “Sejatinya kedua unsur kepatuhan Protkes itu harus konsisten dan deviasinya tidak boleh terlalu berjarak supaya ancaman Pandemi Covid-19 ini cepat berakhir,” tutur SAG.(dan)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved