Selasa, 12 Mei 2026

Internasional

Permata Afrika Selatan Pemicu Kerusuhan, Ternyata Kuarsa, Bukan Berlian

Pemerintah Afrika Selatan mengatakan batu yang ditemukan di sebuah desa bulan lalu bukanlah intan melainkan kuarsa.

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AFP
Seorang pria memperlihatkan batu yang diduganya berlian, padahal batu kuarsa di Afrika Selatan. 

SERAMBINEWS.COM, PRETORIA - Pemerintah Afrika Selatan mengatakan batu yang ditemukan di sebuah desa bulan lalu bukanlah intan melainkan kuarsa.

Seorang penggembala ternak pertama kali menemukan batu di Provinsi KwaZulu-Natal.

Hal itu mendorong ribuan orang untuk bergegas ke desa KwaHlathi, lebih dari 300km tenggara Johannesburg.

Tetapi setelah melakukan tes, para pejabat mengatakan batu-batu itu adalah kristal kuarsa, yang nilainya jauh lebih rendah.

Setelah feldspar, kuarsa adalah mineral yang paling melimpah di kerak bumi.

Baca juga: Ini Berlian Terbesar Ketiga di Dunia di Temukan di Botswana

"Tes yang dilakukan secara meyakinkan mengungkapkan batu yang ditemukan di daerah itu bukan berlian," kata pernyataan pemerintah setempat.

Kerusuhan sempat terjadi di salah satu daerah termiskin itu di Afrika Selatan.

Negara yang sudah menderita tingkat ketimpangan ekonomi yang tinggi telah mengalami lonjakan pengangguran di tengah pandemi virus Corona yang sedang berlangsung.

Menurut data Universitas Johns Hopkins, Afrika Selatan telah mencatat lebih banyak kasus daripada negara lain di benua itu.

Ddengan 1,8 juta infeksi virus Corona yang dikonfirmasi dan hampir 60.000 kematian dilaporkan.

Baca juga: Ini Perbedaan Intan dan Berlian, Berikut Cara Membedakan yang Asli dan Palsu

Penemuan apa yang diyakini sebagai berlian di KwaHlathi mengungkapkan rasa frustrasi yang mendalam dari masyarakat yang putus asa.

Mereka berusha menemukan jalan keluar dari jalur kemiskinan.

Studi yang dilakukan di daerah tersebut mengungkapkan situs di mana batu-batu itu ditemukan.

Secara geografis terletak di tepi ambang dolerit Karoo.

Sehingga, tidak berada di zona di mana berlian biasanya ditemukan.

Baca juga: Demam Batu yang Diduga Berlian, Ribuan Warga Afrika Selatan Berburu di Lokasi Penggalian 

Dewan Geosains akan melakukan studi lebih lanjut untuk mengetahui apakah ada mineral lain yang dapat menciptakan lapangan kerja.

Sehingga, akan meningkatkan kehidupan puluhan ribu orang yang tinggal di daerah tersebut.

Pemerintah telah meminta masyarakat untuk berhenti menggali karena praktik penambangan liar berdampak negatif terhadap lingkungan.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved