Selasa, 14 April 2026

Gayo Prasejarah

Seniman Gayo Manfaatkan Loyang Inen Mayak Pukes Sebagai Tempat Ekspresi Pembacaan Puisi

Ketut dan Tim melalukan penelitian selama 10 tahun di sejumlah loyang (goa) di tepi Danau Laut Tawar, antara lain Loyang Inen Mayak Pukes, Loyang Mend

Penulis: Fikar W Eda | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/FOR SERAMBINEWS.COM
Sejumlah seniman Gayo saat merekam pembacaan puisi di Loyang Inen Mayak Pukes Tepi Danau Laut Tawar Aceh Tengah. 

Laporan Fikar W Eda I Aceh Tengah

SERAMBINEWS.COM, TAKENGON - Seniman Gayo, memanfaatkan Loyang Inen Mayak Pukes tepi Danau Laut Tawar Aceh Tengah sebagai tempat pembacaan puisi yang kemudian ditayangkan secara virtual di media sosial.

Kegiatan pentas puisi tersebut digagas Komunitas Gayo Prasejarah, sebagai bagian dari apresiasi terhadap penggalian dan penelitian arkeologi yang dilakukan Tim Peneliti dari Balai Arkeologi Sumatera Utara pimpinan Dr Ketut Wiradnyana MSi.

Ketut dan Tim melalukan penelitian selama 10 tahun di sejumlah loyang (goa) di tepi Danau Laut Tawar, antara lain Loyang Inen Mayak Pukes, Loyang Mendale, Ujung Karang, Loyang Muslimin, Loyang Kaming dan Loyang Koro.

Para seniman Gayo yang khusus merekam pembacaan puisi dalam iringan musik Teganing, gerantung dan gernang itu terdiri dari Yus Oloh Guwel yang juga Kepala SD 3 Pegasing, Selamat Din, Ketua Musyawarah Kelompok Kerja Kepala Sekolah (MK3S) Aceh Tengah, Win Sastra Oloh Guwel, Devie Matahari dan penyair Fikar W.Eda.

Illiza Saduddin Djamal Kutuk Israel dalam Bentuk Puisi

VIDEO - VIRAL Resepsi Pernikahan Gunakan Kirab Paskibra, Diiringi Puisi hingga Lagu Janji Suci

Puisi yang dibacakan "Inen Mayak Pukes Pengantin Batu," ditayangkan melalui YouTube dan Facebook.

"Kami ingin memaknai penelitian dan penggalian arekologi yang dilakukan Pak Ketut dan Tim dengan cara berkeskpresi melalui puisi dan musik. Penggalian ini berhasil mengungkap asal muasal dan kehidupan Gayo Prasejarah. Ini penelitian hebat, bahwa telah membuka misteri besar tentang asal usul orang Gayo, yang ternyata sudah hidup dan berkembang sejak 8400 tahun silam. Ini adalah temuan ilmiah dengan metode-metode yang salam ilmiah dan akademis," ujar Yus Oloh Guwel, pendiri dan pimpinan Sanggar Oloh Guwel Pendere Aceh Tengah.

Seniman Gayo lain yang membuat rekaman khusus pembacaan puisi dengan latar Loyang Mendale adalah penyair Salman Yoga.

Pembacaan puisi Salaman kemudian juga ditayangkan di media sosial.

"Beginilah cara kami kalangan seniman mengekspresikan temuan dan penelitian Balai Arkeologis Sumatera Utara itu," ujar Salman yang sedang menyelesaikan program doktor di salah satu perguruan tinggi di Medan.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved