Breaking News:

Opini

Aceh Krisis SDM Sektor Pariwisata

Kedatangan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno ke Aceh pada tanggal 1-2 Mei 2021

Editor: bakri
Aceh Krisis SDM Sektor Pariwisata
FOR SERAMBINEWS.COM
Dian Rahmat Syahputra, SE, Mahasiswa Pasca Sarjana SAPPK ITB Bandung

Oleh Dian Rahmat Syahputra, SE, Mahasiswa Pasca Sarjana SAPPK ITB Bandung

Kedatangan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno ke Aceh pada tanggal 1-2 Mei 2021, memberikan angin segar bagi kebangkitan pariwisata Aceh. Sandiaga bahkan bermalam di Pulau Weh, Sabang, bersama istrinyanya untuk merasakan suasana malam di kawasan teluk Sabang sambil menikmati kopi khas Aceh.

Selama berada di Sabang, Sandiaga mempromosikan wisata setempat melalui media sosialnya. Tak hanya itu, Sandiaga menelepon langsung Menteri Investasi dan BKPM RI, Bahlil Lahadalia saat berada di Sabang untuk meminta dukungan dari Kementerian Investasi terkait percepatan investasi sektor pariwisata di Sabang.

Bahlil pun menyambut baik permintaan seniornya di HIPMI tersebut, untuk segera berkoordinasi dengan Kemenparekraf pasca Sandiaga kembali ke Jakarta. Sandiaga juga sudah menghubungi salah satu  pengusaha asal Langkawi, Malaysia untuk berinventasi di Sabang.

Sandiaga juga berjanji membantu Pemerintah Aceh untuk mempercepat realisasi investasi Murban Energy, perusahaan asal Uni Emirat Arab (UEA) di Aceh. Sandiaga menargetkan, pada Oktober mendatang saat Presiden Jokowi berkunjung ke Dubai, penandatanganan perjanjian tindak lanjut kerja sama investasi itu dapat dilaksanakan. Perusahaan Murban Energy rencananya akan menanamkan modal pada

pengembangan kawasan wisata mewah di Kepulauan Banyak, Aceh Singkil. Besaran investasi diperkirakan mencapai 500 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp 7 triliun (Serambi Indonesia, 02 Mei 2021).

Sandiaga memuji keindahan alam Aceh, dan berharap potensi wisata halal ini bisa dikembangkan dan menjadi kebangkitan pariwisata Aceh yang juga sangat terdampak pandemi Covid-19. Potensi wisatawan muslim terbesar ada dari dalam negeri sedangkan dari luar negeri didominasi Malaysia dan Singapura.

Pariwisata memang terbukti memiliki potensi besar untuk mendongkrak devisa. Hal ini tercermin dari terus meningkatnya kunjungan wisatawan baik wisatawan domestik maupun mancanegara.

Sebagai contoh, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara dan domestik di tahun 2015 adalah sebesar 256,42 dan 10,41 juta. Sementara itu, di tahun 2018 jumlah tersebut naik menjadi 303,5 juta dan 15,81 juta. Tidak hanya itu, sejak 2015 kontribusi industri pariwisata terhadap devisa terus meningkat. Bahkan, pada 2018 pariwisata menyumbang devisa sebesar USD19,2 miliar, mengalahkan sektor minyak dan gas yang selama ini menjadi primadona.

 SDM pariwisata

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved