Breaking News:

Berita Aceh Tengah

Balai Arkeologi Sumatera Utara Terbitkan Buku Kehidupan Orang Gayo Prasejarah, Begini Kisahnya

Kisah inilah yang ditampilkan dalam sebuah buku bergambar yang diterbitkan Balai Arkeologi Sumatera Utara.

Penulis: Fikar W Eda | Editor: Mursal Ismail
For Serambinews.com
Buku Kehidupan Orang Gayo Prasejarah 

Disebutkan pada 12000 tahun lalu Pulau Sumatera sudah dihuni oleh manusia  dengan postur tubuh tegap dan memilih tinggal di pinggir pantai.

Lama kelamaan, karena kekurangan bahan makanan kelompok manusia ini mencari hunian baru dengan panduan sungai, sampai ke daerah pedalaman. 

Hingga suatu ketika kelompok ini mencapai gua atau Loyang Mendale yang berada di tepi Danau Laut Tawar, Aceh Tengah sekarang.

Memilih Loyang Mendale sebagai tempat hunia karena guanya luas dan terlindung, serta dekat dengan sumber air dan makanan.

Kelompok ini membuat beberapa peralatan yang dapat mendukung kehidupan mereka, memanfaatkan batu, kayu dan sisa tulang binatang  maupun cangkang kerang.

Mereka juga sudah mengenal api untuk mengolah makanan. Mereka membuat kapak dari batu kali, dan ada kalanya menambahkan tangkai dari kayu untuk memudahkan memegang dan menggunakannya.

Mereka juga membuat jarum dari tulang binatang. Mereka  membuat peralatan berburu seperti tombak maupun mata panah dari batu. 

Kemudian pada kisaran 5.000 tahun silam datang kelompok kedua dengan postur tubuh berbeda dari kelompok pertama. 

Membawa budaya berbeda. Kelompok kedua ini  adalah penutur bahasa Austronesia. Mereka menggunakan peralatan baru, seperti gerabah atau tembikar dan anyaman.

Menurut Dr Ketut, kelompok pertama dan kelompok kedua hidup saling berbaur dan dengan damai di Loyang Mendale.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved