Breaking News:

Internasional

PBB Desak Teheran Bebaskan Pembela HAM Iran, Mendekam di Penjara Paling Kejam di Dunia

Pakar hak asasi manusia (HAM) dan politik independen yang bekerja atas nama PBB mendesak Teheran membebaskan Nasrin Sotoudeh,

Editor: M Nur Pakar
AFP/File
Puluhan demonstran menuntut pembebasan Nasrin Sotoudeh dalam aksi di Teheran, Iran. 

Mereka menambahkan meskipun banyak seruan selama bertahun-tahun untuk membebaskan Sotoudeh, pihak berwenang Iran tetap menolak.

Bahkan, sebaliknya memindahkannya ke penjara lain, jauh dari keluarganya dan dalam kondisi yang mengerikan.

Sotoudeh merupakan salah satu pengacara top Iran.

Baca juga: Para Pemimpin NATO Serukan Iran Hentikan Penyebaran Rudal Balistik, Terutama ke Milisi Houthi

Sebelumnya, dia mewakili pemenang Hadiah Nobel Perdamaian.

Mantan pejabat senior pemerintah dan banyak pembela hak asasi manusia di pengadilan.

Sejak Oktober 2020, dia telah ditahan di penjara Qarchak yang penuh sesak dan tidak bersih.

Sebuah penjara paling ditakuti para wanita di Iran.

Fasilitas sangat minim, karena kurangnya akses perawatan kesehatan untuk narapidana.

Baca juga: Rusia Akan Mengirim Sistem Satelit Mata-mata Canggih ke Iran

Bahkan, makanan yang tidak mencukupi dan tidak sehat, dan serangan hewan pengerat dan serangga.

Saat ditahan, para ahli PBB mengatakan, kesehatan Sotoudeh memburuk secara serius dan dia dinyatakan positif Covid-19.

Mereka menambahkan: Kasus Nasrin Sotoudeh sayangnya tidak terisolasi.

Hukuman berat yang diterimanya tampaknya untuk membungkam pekerjaannya.

Termasuk untuk mengintimidasi pembela hak asasi manusia lainnya, bahkan, keluarganya.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved