Breaking News:

Inflasi

Inflasi Banda Aceh 1,73 Persen, Jadi Terendah di Aceh

Laju inflasi diperkirakan terjadi pertengahan Juli nanti, meski inflasi tahunan tercatat lebih rendah dalam tiga tahun sebelumnya, yakni 1,73 persen.

Penulis: Mawaddatul Husna | Editor: Taufik Hidayat
SERAMBINEWS/HERIANTO
Seorang pedagang cabe merah yg bejualan di Pasar Terpadu Al Mahirah Lamdingin, sedang menunggu pembeli. Harga cabe merah minggu ini anjlok lagi berkisar Rp 16.000-Rp 15.000/Kg. 

Laporan Mawaddatul Husna | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Banda Aceh menjadi kota terendah laju inflasi di Aceh hingga Mei 2021, yakni 1,73 persen Year on Year (YoY).

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman pada acara High Level Meeting Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Banda Aceh, di Hotel The Pade, Lampeunerut, Senin (21/6/2021).

Ia mengatakan pada tiga tahun terakhir memang terjadi peningkatan laju inflasi di Banda Aceh pada hari raya Idul Adha.

Pada 2021, laju inflasi diperkirakan terjadi pada pertengahan Juli nanti, meskipun demikian inflasi tahunan tercatat lebih rendah dalam tiga tahun sebelumnya, yakni di angka 1,73 persen.

Angka inflasi di Banda Aceh ini kemudian tercatat yang terendah di Aceh. Berdasarkan Indeks Harga Konsumen (IHK), inflasi tertinggi pada Mei 2021 terjadi di Lhokseumawe, yakni di angka 3,18 persen (YoY).

Aminullah mengatakan peran pemerintah melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Banda Aceh, menjadi sangat penting dalam menjaga stabilitas harga barang pokok.

Baca juga: Dibebaskan di Mahkamah Syariyah Jantho, MA Hukum Ayah Pemerkosa Anak Kandung 200 Bulan Penjara

Baca juga: Cuplikan Terbaru Film Snake Eyes, Iko Uwais Tampil Sadis Patahkan Lengan Musuh

Baca juga: Tersisa Dua Gerhana Lagi di Tahun 2021, tak Bisa Disaksikan Warga Aceh, Ini Penyebabnya

Dikatakan, dalam rangka pengendalian inflasi dibutuhkan sinergi, dukungan, koordinasi dan komitmen berbagai pihak, baik dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Bank Indonesia, Bulog, Kepolisian serta pihak terkait lainnya.

“Karenanya kegiatan High Level Meeting ini menjadi penting dalam rangka mendiskusikan apa saja kendala dan tantangan yang dihadapi TPID dalam mengendalikan inflasi,” kata Aminullah.

Dalam kesempatan tersebut, seluruh anggota TPID berkesempatan menyampaikan saran, usul dan masukan yang kemudian didiskusikan untuk mendapatkan solusi yang tepat.

“Jelang Hari Raya Idul Adha harga barang pokok cenderung naik. Bagaimana ini bisa kita carikan solusi secara bersama-sama agar harga-harga terjangkau oleh masyarakat,” kata Aminullah.

Baca juga: Tersisa Dua Gerhana Lagi di Tahun 2021, tak Bisa Disaksikan Warga Aceh, Ini Penyebabnya

Baca juga: Pemuda Arab Saudi Ubah Image Tongkat Untuk Orang Tua dan Sakit, Jadi Barang Seni Bernilai Tinggi

Baca juga: Kiper Persiraja Aji Bayu Sempat Pingsan Usai Hantam Tiang Gawang di Laga Ujicoba Lawan Tim PON Aceh

High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) digelar BI bersama Pemko Banda Aceh dalam rangka memperkuat strategi, koordinasi dan sinergi seluruh stakeholders dalam menjaga tingkat inflasi di Banda Aceh.

Kegiatan dalam bentuk diskusi ini dihadiri langsung Kepala BI Perwakilan Aceh, Achris Sarwani, Wakil Wali Kota Banda Aceh, Zainal Arifin dan pejabat instansi vertikal terkait, seperti Kepala BPS Kota Banda Aceh Amir Fadhil dan pejabat dari Bulog Divre Aceh.

Dari jajaran Pemko, hadir sejumlah Kepala SKPK terkait, yakni Kepala Diskop UKM dan Perdagangan M Nurdin, Kadis Sosial Hidayat, Plt Kadis Pangan, Pertanian dan Perikanan Mawardi serta sejumlah pejabat lainnya.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved