Breaking News:

Kelompok Muslim dan LSM Tolak Tawaran Israel untuk Menjalin Hubungan dengan Indonesia

"Jadi sangat kecil kemungkinan Indonesia akan mengubah pandangannya dan mengikuti ajakan Israel," katanya.

Editor: Zaenal
Tribunnews/Herudin
Pengunjuk rasa membakar replika bendera Israel saat menggelar aksi di depan Gedung Kedubes Amerika Serikat, Jakarta Pusat, Selasa (18/5/2021). Aksi yang diikuti berbagai elemen mahasiswa dan masyarakat tersebut untuk mengutuk penyerangan Israel ke Palestina yang telah menyebabkan ratusan korban jiwa. 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Kelompok Muslim dan lembaga swadaya masyarakat di Indonesia menolak niat Israel untuk menjalin hubungan diplomatik resmi dengan negara tersebut.

Mereka menegaskan bahwa UUD 1945 Indonesia menolak segala bentuk penjajahan.

Berbicara kepada Anadolu Agency, Sudarnoto Abdul Hakim, Direktur Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk hubungan luar negeri dan kerja sama internasional, mengatakan Israel berusaha memecah kekuatan negara-negara pendukung Palestina, khususnya di Asia Tenggara.

Hakim mengatakan bagi Indonesia, mendukung kemerdekaan Palestina adalah amanat UUD 1945.

"Jadi sangat kecil kemungkinan Indonesia akan mengubah pandangannya dan mengikuti ajakan Israel," katanya.

Kamis lalu, Duta Besar Israel untuk Singapura, Sagi Karni, mengatakan kepada media lokal bahwa Israel ingin bekerja untuk membangun hubungan dengan negara-negara mayoritas Muslim di Asia Tenggara seperti Indonesia, Malaysia dan Brunei Darussalam.

Ketiga negara telah menyerukan diakhirinya pendudukan Israel atas wilayah Palestina dan solusi dua negara berdasarkan perbatasan sebelum perang Timur Tengah 1967.

Karni mengatakan kritik dari para pemimpin tiga negara itu "tidak jujur" dan mengabaikan "sifat sebenarnya dari konflik," yang katanya antara Israel dan kelompok perlawanan Palestina Hamas dan bukan rakyat Palestina, menurut Jerusalem Post.

Menanggapi pernyataan tersebut, Hakim menyebut narasi yang dikembangkan oleh Israel sebagai “upaya untuk melokalisasi masalah Palestina, seolah-olah masalah itu hanya masalah hubungan antara Israel dan Hamas, padahal mereka terus menduduki Palestina.”

“Memang tiga negara Muslim di Asia Tenggara ini – Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam – termasuk negara-negara yang tidak pernah mau membuka hubungan diplomatik dengan Israel,” tambahnya.

Baca juga: Ajak Negara Non Blok Satukan Suara, Menlu RI Retno Marsudi: Saya Yakin Palestina akan Merdeka

Baca juga: Inggris Tangkap Tiga Aktivis Pro-Palestina, Memaksa Masuk Pabrik Militer Israel

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved