Breaking News:

Kadishub: Yang Berat Baca Komentar di Medsos

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Aceh, Junaidi ST MT, mengatakan, dirinya tak mempersoalkan diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi

Editor: bakri
FOR SERAMBINEWS.COM
Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Aceh, Ir Junaidi MT 

* Sudah Serahkan Semua Data Pengadaan Kapal Aceh Hebat ke KPK

JAKARTA - Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Aceh, Junaidi ST MT, mengatakan, dirinya tak mempersoalkan diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) beberapa waktu lalu untuk menjelaskan usulan perencanaan dan penganggaran tiga Kapal Aceh Hebat. Tapi, menurut Junaidi,

yang membuat Junaidi sedih adalah komentar-komentar di media sosial (medsos) yang sangat liar sampai-sampai menghina orang tuanya yang sudah almarhum.

“Ini yang berat sekali. Orang tua yang sudah meninggal dibawa-bawa,” ujar Junaidi dalam diskusi publik Mahasiswa Aceh Nusantara membahas “Kapal Aceh Hebat: Sejarah Baru Armada Laut di Aceh” secara virtual, Rabu (23/6/2021). Ia mengaku sudah menyampaikan seluruh data terkait pengadaan kapal Aceh Hebat 1, 2, dan 3 kepada penyidik KPK.

Ia menyebutkan, total anggaran untuk pengadaan tiga kapat tersebut Rp 178 miliar. Rincian, Kapal Aceh Hebat 1 yang dikerjakan selama 470 hari di galangan PT Multi Ocean Shipyard, Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau, anggarannya Rp 73,9 miliar.  KMP Aceh Hebat 2 yang dikerjakan selama 497 hari di galangan PT Adiluhung Saranasegara Indonesia, Madura, Jawa Timur, anggarannya Rp 59,7 miliar. Sedangkan Kapal Aceh Hebat 3, yang dikerjakan selama 497 hari di galangan PT Citra Bahari Shipyard, Tegal, Jawa Tengah, anggarannya Rp 38 miliar.

Junaidi menyatakan, banyak beredar di media sosial bahwa seolah-olah anggaran untuk satu kapal  Rp 178 miliar. “Itu salah semua, termasuk tadi (Rabu-red) yang ditanyakan mahasiswa Aceh dari Sumatera Utara,” katanya membeberkan data yang keliru soal anggaran pembelian kapal Aceh Hebat.

Junaidi juga menyampaikan, penganggaran pembelian kapal itu bersifat tahun jamak (multiyears). Hal itu sesuai dengan MoU yang ditandatangani DPRA dengan Pemerintah Aceh. “Pemeriksaan KPK berjalan baik. Kita sudah sampaikan semua data. Detil sekali, kami sudah serahkan semua ke KPK. Termasuk data operasional Kapal Aceh Hebat sampai log hub kapal, berisi catatan aktivitas aktivitas kapal setiap jam,” ujar Junaidi.

Junaidi menyebutkan, dirinya tidak mempersoalkan adanya pemeriksaan oleh KPK. Yang membuatnya sedih, kata Junaidi, adalah komentar-komentar di medsos yang sangat liar sampai-sampai menghina orang tuanya yang sudah almarhum. “Ini yang berat sekali. Orang tua yang sudah meninggal dibawa-bawa,” tukasnya.

Di awal paparannya, Junaidi menyebutkan, Aceh sebagai salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki daerah kepulauan dengan panorama menawan, sudah sewajarnya butuh kapal baru. Hal ini dalam rangka mewujudkan transportasi berkeadilan yang setara dengan wilayah daratan. Karena itu, Pemerintah Aceh melalui Dinas Perhubungan Aceh pada tahun 2018 lalu melakukan perencanan pembangunan kapal.

Pengadaan Kapal Aceh Hebat, lanjutnya, juga dimaksudkan untuk mengurangi kesenjangan antar wilayah, peningkatan konektivitas antar kepulauan, sektor pariwisata, dan logistik. “Berdasarkan kesepakatan bersama Pemerintah Aceh dan DPRA pada tanggal 28 November 2018, melalui APBA 2019 dan 2020 (tahun jamak) dialokasikan anggaran untuk pembangunan tiga Kapal Aceh Hebat,” ulangnya.

Proses pelelangan ketiga kapal dilakukan melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kementerian Perhubungan RI dengan pertimbangan bahwa Pemerintah Aceh belum memiliki pengalaman dalam pelelangan kapal dengan spesifikasi khusus. Selama pelaksanaan pekerjaan, Dinas Perhubungan Aceh didampingi konsultan pengawas dan tim teknis yang melibatkan personel dari Kementerian Perhubungan dan Dishub Aceh.

Untuk terlaksananya setiap tahapan pembangunan, sudah dilakukan sertifikasi oleh Kementerian Perhubungan RI dan Biro Klasifikasi Indonesia (BKI). Setelah lolos inspeksi, kapal tersebut akan mendapat sertifikat yang membuktikan kapal itu sudah memenuhi kualifikasi dan standar yang diberlakukan oleh BKI.

KMP Aceh Hebat 1, 2, dan 3 dibangun baru di tiga galangan di Indonesia diawali dengan proses Keel Laying (peletakan lunas kapal), sebagai titik awal pembangunan kapal pada 21 Oktober 2019 yang dipusatkan di galangan PT Adiluhung Saranasegara Indonesia. Pada saat itu pula dilakukan penabalan nama KMP Aceh Hebat pada masing-masing kapal oleh Plt Gubernur Aceh (kini Gubernur Aceh), Ir H Nova Iriansyah MT.

KMP Aceh Hebat 1 dengan bobot rencana 1300 GT melayani lintasan Pantai Barat.  KMP Aceh Hebat 2 bobot rencana 1100 GT untuk lintasan Ulee Lheue. Selanjutnya,  KMP Aceh Hebat 3 dengan bobot rencana 900 GT untuk lintasan Singkil-Pulau Banyak.

Kadis Perhubungan Simeulue, Mulyawan Rohas ST, mengatakan, atas nama masyarakat dan Pemkab Simeulue, pihaknya menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Aceh yang sudah membuat Kapal Aceh hebat untuk melayani warga kabupaten itu. “Sangat besar manfaatnya bagi masyarakat,” kata Mulyawan. (fik)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved