Breaking News:

Polisi Bongkar Kasus Curanmor, Enam Pelaku dan Tiga Penadah Ditangkap

Satuan Reskrim Polres Pidie berhasil menangkap sembilan warga yang terlibat sebagai pencuri dan penadah mobil serta sepeda motor (sepmor)

Editor: bakri
For Serambinews.com
Kapolres Pidie, AKBP Zulhir Destrian 

SIGLI - Satuan Reskrim Polres Pidie berhasil menangkap sembilan warga yang terlibat sebagai pencuri dan penadah mobil serta sepeda motor (sepmor). Mereka diamankan dalam Operasi Sikat Seulawah tahun 2021 yang dilancarkan mulai 29 Mei 2021 hingga 17 Juni 2021.

Dalam operasi tersebut, polisi menangkap enam pencuri kendaraan dan tiga penadah sepmor. Barang-bukti dua roda empat masing-masing satu Innova dan Honda Jazz. Kemudian, empat unit sepmor dan satu becak mesin. 

Kapolres Pidie, AKBP Zulhir Destrian SIK MH melalui Kasat Reskrim, AKP Ferdian Chandra MH kepada Serambi, Kamis (24/6/2021) mengatakan, pelaku sudah menjadi target polisi menyusul hilangnya  sepmor yang dilaporkan warga sejak 20 Maret 2017. Seperti Yamaha Vixion yang digondol pencuri di rumah Dinas Pertanian Pidie. 

Menurutnya, Yamaha Vixion tahun 2016 BL 4323 PAR itu berhasil diamankan dari tersangka di Aceh Utara. Berikutnya, Beat warna hitam 2015 BL 4497 PAM, Beat warna putih 2011 BL 4152 PAE dan Soopy warna putih merah tahun 2020  BL 6025 PBD. Berikutnya, becak mesin dengan sepmor Supra X warna hitam tanpa nopol. Becak mesin itu dilarikan empat pelaku asal Medan (Sumatera Utara) dari bengkel las, dengan alasan pemilik bengkel tidak membayar gaji pelaku. Becak mesin itu ditinggalkan di kompleks Masjid Abu Beureueh Beureunuen.

" Pemilik sepmor sudah kita hubungi terkait barang bukti yang kita sita dari tangan tersangka. Sepmor itu dicuri di dalam rumah seperti di Gampong Dayah Sukon Bambi, Kecamatan Peukan Baro jenis Beat. Lalu, di Gampong Blang Paseh, Kecamatan Kota Sigli yang dicuri sepmor jenis Scoopy," ujarnya.

Berikutnya, polisi mengamankan satu Toyota Innova G tahun 2006 warna hitam metalik BL 537 PB, dan satu Honda Jazz tahun 2011 warna putih yang telah dilapisi stiker warna ungu BL 1022 KR dari tangan pencuri.

AKP Ferdian mengaku, untuk pelaku pencurian yang ditangkap adalah MY atau Si Ni (35) warga Dusun Balee Ara, Gampong Blang Panjoe, Kecamatan Kuta Blang, Bireuen. Lalu, FR (34) warga Gampong Pante Teungoh, Kecamatan Kota Sigli, Pidie.

Kemudian, JP NST (27), GN (24), KI (20) dan M R NST (19). Keempat pelaku tercatat warga Dusun II Desa Batu Melenggang, Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, yang ditangkap polisi di rumahnya di Kabupaten Langkat.

Dalam waktu berbeda, Satuan Reskrim Polres Pidie menangkap tiga penadah. Yakni MI alias Apalah (48) warga Dusun Simpang Jaya Krueng Tuan, Gampong Alue Dua, Kecamatan Nisam, Aceh Utara. Kemudian, MK (45) warga Dusun Lamkuta, Gampong Rayeuk, Kecamatan Simpang Ulim, Aceh Timur. Lalu, ID alias Ando (33) warga Desa Alur Bemban, Kecamatan Karang Baru, Tamiang. 

Ia menambahkan, dua penadah masing-masing M Yusni alias Si Ni bersama Muzakir alias Apalah telah lebih dahulu ditangkap Polres Lhokseumawe dalam kasus pencurian sepeda motor. Saat ini, keduanya menjalani hukuman di Lapas Kelas II B Lhoksukon, Aceh Utara. 

" Kedua residivis itu juga akan diproses hukum di Pidie, sebagai penadah barang hasil curian yang dibeli tanpa dilengkapi surat kendaraan. Tersangka dibidik dengan Pasal 363 Juntcho Pasal 362 Juntcho Pasal 480 KHUP dengan ancaman penjara paling lama 9 tahun penjara," pungkasnya.

Kasat Reskrim Polres Pidie, AKP Ferdian Chandra menjelaskan, sepmor hasil curian dijual pelaku ke Bireuen, Aceh Utara, Aceh Timur dan Tamiang. Pencuri menjual sepmor dengan harga murah.

Seperti Scoopy milik Sri Wahyuni di Gampong Blang Paseh, dijual pelaku FR kepada ID alias Ando di Gampong Alur Bemban, Kecamatan Karang Baru, Tamiang. FR menjual Scoopy BL 6178 UAI sebesar Rp 4 juta. Sehingga Ando sebagai penadah diamankan polisi bersama  Scoopy.

Ia menambahkan, kronologis pencurian sepmor, baik menggunakan kunci sepmor yang diambil pelaku  saat berhasil masuk ke rumah. Sebagian pencuri menggunakan kunci T saat melakukan aksinya melakukan pencurian. "Sepmor hasil curian dijual ke luar Pidie, untuk menghilangkan jejak. Tapi, kita berhasil mengungkapkannya. Pelaku dan barang bukti sudah diamankan di Mapolres," ujarnya. (naz)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved