Breaking News:

BRILink

Agen Minta BRILink Diperpanjang Sampai BSI Siap

Menyusul dengan berakhirnya masa operasional BRI di Aceh, maka otomatis perangkat yang selama ini ada di agen BRILink akan ditarik.

Penulis: Mawaddatul Husna | Editor: Taufik Hidayat
SERAMBINEWS.COM/Handover
Pengurus Paguyuban BRILink Seuramo Aceh melakukan pertemuan dengan OJK Aceh, BRI Kanwil Aceh, dan BSI Regional Aceh, di Kantor OJK Provinsi Aceh, di Banda Aceh, Kamis (24/6/2021). 

Laporan Mawaddatul Husna | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Pemerintah Aceh mewajibkan semua lembaga keuangan yang beroperasi di Aceh mengkonversikan sistem keuangannya dari sistem konvensional ke sistem syariah.

Hal tersebut tertuang dalam perintah Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2018 tentang Lembaga Keuangan Syariah (LKS).

Dalam hal ini, satu diantaranya Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang konversi ke BRI Syariah.

Selanjutnya, pada Februari 2021 Pemerintah meresmikan Bank Syariah Indonesia (BSI) yang merupakan merger dari tiga bank milik negara yaitu BRI Syariah, Bank Syariah Mandiri (BSM), dan Bank Negara Indonesia Syariah (BNI Syariah).

Maka di Aceh pun, sudah dilakukan roll-out (penyatuan sistem) pada awal Juni 2021.

Namun sebelumnya, BRI memiliki mitra yaitu agen BRILink yang tersebar di seluruh pelosok Aceh. Menyusul dengan berakhirnya masa operasional BRI di Aceh, maka otomatis perangkat yang selama ini ada di agen BRILink akan ditarik.

“Informasi yang kami peroleh, mulai 1 Juli 2021 dengan tempo waktu satu bulan akan ditarik secara bertahap oleh BRI,” kata Ketua BRILink Seuramoe Aceh (BRISERA), Addi Erwansyah kepada Serambinews.com, Sabtu (26/6/2021).

Baca juga: Besok, Persiraja Ujicoba Hadapi PSMS Medan di Banda Aceh, Dapat Disaksikan Secara Daring

Baca juga: Diam-diam Rizky Billar Beri Kejutan untuk Lesti Kejora, Begini Respons sang Calon Istri

Ia menambahkan ketika BRI memutuskan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan pihak agen, maka diharapkan dapat disambut oleh pihak BSI dengan menjadikannya sebagai agen dari BSI.

“Kalau kami cermati sama-sama dari paguyuban, pihak BSI belum siap menggantikan peran BRI yang selama ini mengelola agen BRILink. Maka itu, kami sangat memohon kepada pihak-pihak terkait, terutama BRI untuk menunda atau memperpanjang BRILink diaceh sampai BSI Siap,” kata Addi.

Hal itu dikatakan Addi, karena sekitar 7.000 dari 9.000 agen BRILink di Aceh sudah menjadikan ini sebagai mata pencaharian utama mereka.

“Harus kita akui memang BRILink sudah menjadi mata pencaharian utama bagi agen BRILink. Kalau mereka (pihak BSI-red) siap bulan 10 tidak masalah lebih bagus, itulah harapan kami. Jadi masyarakat tidak panik dan agen BRILink tidak kehilangan mata pencaharian yang bisa mengakibatkan bertambahnya pengangguran,” sebutnya.

Baca juga: Truk Tanki CPO Tabrak Tiang Listrik di Paru Pijay, Sopir Sempat Pingsan, Begini Kondisinya

Baca juga: Lagi, Satu Warga Aceh Barat Meninggal Dunia Akibat Covid-19, Totalnya Kini Capai 26 Orang

Ia menambahkan selama ini kehadiran agen BRILink diseluruh pelosok desa di Aceh sangat bermanfaat bagi masyarakat, terutama bagi pelaku usaha yang bertransaksi di agen BRILink.

Agen BRILink adalah program keagenan dari bank BRI yang memungkinkan nasabah untuk berpartisipasi dalam melayani transaksi perbankan bagi masyarakat. 

Melalui Agen BRILink, nasabah Bank BRI dapat melakukan berbagai transaksi seperti isi ulang pulsa, pembayaran listrik pra bayar, pembayaran finance, setor uang tunai, serta tarik uang tunai menggunakan kartu ATM dan lainnya.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved